ITime.id – 12 Nkvember 2025 .Di tengah maraknya tren gaya hidup sehat, nama buah delima kembali mencuri perhatian. Warnanya yang merah menggoda dan bijinya yang berkilau seperti permata, ternyata menyimpan segudang manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh. Tak hanya enak dikonsumsi, delima juga mulai dilirik banyak petani sebagai peluang budidaya yang menjanjikan nilai ekonomi tinggi.
Delima (Punica granatum) dikenal sebagai buah yang telah dibudidayakan sejak ribuan tahun silam di Timur Tengah. Kini, tanaman ini bisa tumbuh subur di berbagai wilayah Indonesia dengan iklim tropis. Beberapa daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali bahkan mulai mengembangkan budidaya delima lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
Menurut petani buah di kawasan lereng Gunung Merbabu, Suwarno (48), delima termasuk tanaman yang tidak rewel.
“Delima bisa tumbuh di tanah kering asal ada sinar matahari cukup. Perawatannya mudah, yang penting rajin disiram dan diberi pupuk kandang. Dalam 8–10 bulan sudah mulai berbuah,” ujarnya kepada iTime.id.
Bibit delima biasanya diperbanyak dengan cara stek batang atau cangkok agar cepat berbuah. Dalam satu pohon bisa dihasilkan hingga puluhan buah tiap musim panen. Harga jualnya pun cukup menggiurkan — delima merah bisa mencapai Rp30.000 hingga Rp50.000 per kilogram, terutama untuk kualitas ekspor.
Selain nilai ekonomi, delima juga menjadi magnet bagi pecinta tanaman hias. Bentuk pohonnya yang rimbun dan bunga merahnya yang indah sering dijadikan penghias halaman rumah.
Tak heran jika delima dijuluki sebagai “buah kehidupan”. Kandungan antioksidan, polifenol, dan vitamin C di dalamnya sangat tinggi. Berbagai penelitian menyebut, konsumsi delima secara rutin dapat membantu:
- Menurunkan tekanan darah dan kolesterol
- Melawan radikal bebas penyebab penuaan
- Meningkatkan daya tahan tubuh
- Membantu menjaga kesehatan jantung dan kulit
- Menyeimbangkan hormon serta memperbaiki metabolisme
Ahli gizi dari Universitas Diponegoro, dr. Nuraini, M.Gizi, menuturkan bahwa delima bisa menjadi alternatif alami untuk menjaga kebugaran tubuh.
“Kandungan antioksidannya tiga kali lebih tinggi dibanding teh hijau. Ini sangat baik untuk mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes dan jantung,” jelasnya.
Budidaya delima kini banyak digemari karena bisa dimulai dari skala kecil. Hanya dengan lahan pekarangan dan perawatan sederhana, masyarakat sudah dapat menikmati hasilnya. Tak sedikit yang kemudian menjadikannya usaha rumah tangga, baik dalam bentuk buah segar, jus, hingga olahan herbal dan kosmetik alami.
Melihat potensi besar tersebut, sejumlah daerah mulai menggagas “Kampung Delima” sebagai destinasi agrowisata sekaligus sarana edukasi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan ekonomi warga sekaligus memperkenalkan manfaat kesehatan delima kepada masyarakat luas.
Lebih dari sekadar buah, delima menyimpan filosofi mendalam. Dalam budaya Timur, buah ini kerap dilambangkan sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran. Kini, makna itu terasa nyata — dari satu pohon delima, tumbuh harapan baru bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Reina
