
ITime.id | Jakarta, 12 November 2025 Wangi lembut bunga kasturi kini tengah naik daun di dunia parfum halal Indonesia. Di balik aroma menenangkannya, tersimpan sejarah panjang tentang keharuman yang tak hanya memikat hidung, tetapi juga hati—karena konon, minyak kasturi menjadi salah satu wewangian yang dicintai oleh Rasulullah ﷺ dan para istrinya.
Dari Hutan Tropis ke Botol Parfum
Bunga kasturi tumbuh subur di kawasan Kalimantan dan Sumatra. Kelopaknya berwarna putih keunguan, dan ketika mekar penuh, aromanya lembut namun tahan lama. Para perajin lokal mengolahnya menjadi minyak atsiri melalui proses penyulingan uap tradisional.
Hasilnya: minyak kasturi alami yang harum, berkarakter hangat, dan meninggalkan kesan spiritual yang mendalam.
“Bunga ini seperti doa yang wangi,” ujar Siti Maryam, pengrajin parfum dari Banjarmasin. “Kami percaya, setiap tetesnya membawa ketenangan, seperti aroma surga yang disebut dalam hadis.”
Kasturi dan Sunnah Wangi Rasulullah ﷺ
Dalam banyak riwayat, Rasulullah ﷺ dikenal sangat mencintai wewangian. Beliau bersabda,
“Sebaik-baiknya wewangian adalah kasturi.”
(HR. Muslim)
Aisyah radhiyallahu ‘anha—istri Nabi—juga pernah meriwayatkan bahwa beliau sering menggunakan minyak misk (musk) dan amber sebelum beribadah. Itulah sebabnya, banyak ulama menyebut bahwa wangi kasturi menjadi simbol kebersihan, kelembutan, dan ketulusan hati.
Kini, semangat itu dihidupkan kembali dalam bentuk parfum berbasis bunga kasturi lokal. Meski berbeda bahan dari musk hewani zaman dahulu, esensinya tetap sama: menghadirkan keharuman yang suci dan menenangkan.
Parfum Halal dari Tanah Air
Beberapa produsen lokal mulai menanam bunga kasturi sebagai bahan dasar parfum halal. Tanpa alkohol sintetis, tanpa zat hewani—semuanya diolah secara alami.
Minyak ini sering digunakan dalam ritual keagamaan, acara pernikahan, hingga aromaterapi di rumah.
Menurut aromaterapis Lailatul Hasanah, “Kasturi memberi efek menstabilkan emosi. Dalam tradisi Islam, aroma ini dipercaya mendekatkan diri kepada Allah karena identik dengan kebersihan dan kesucian.”
Jejak Spiritual dalam Setiap Tetes
Lebih dari sekadar wangi, minyak kasturi adalah simbol tentang bagaimana wewangian dapat menjadi ibadah. Nabi ﷺ selalu menjaga tubuh dan pakaian agar tetap bersih dan harum, bukan untuk kemewahan, melainkan karena kebersihan adalah bagian dari iman.
Dengan menghidupkan kembali bunga kasturi sebagai parfum halal, masyarakat Indonesia seolah menggabungkan dua keindahan: warisan alam Nusantara dan sunnah Rasul yang menyejukkan jiwa.
iTime.id mengajak pembaca untuk melihat parfum bukan hanya sebagai pelengkap penampilan, tetapi juga sebagai pengingat bahwa keharuman sejati berasal dari hati yang bersih dan niat yang tulus.
Wangi kasturi boleh hilang di udara, tapi maknanya akan selalu melekat di jiwa.
Reina
