ITime. Id. Banda Aceh 12Nkvember 2025.– Di tengah tren fashion modern yang terus berubah, Giok Aceh tetap memiliki tempat istimewa di hati para pria, khususnya di Tanah Rencong. Batu berwarna hijau khas ini bukan sekadar perhiasan, tapi juga simbol wibawa dan keanggunan bagi pemakainya.

Batu giok asal Aceh sudah dikenal sejak lama karena keindahan warna serta kualitasnya yang tinggi. Selain digunakan sebagai cincin atau liontin, giok juga dipercaya membawa energi positif, ketenangan, serta keberuntungan bagi pemiliknya.
“Giok Aceh punya daya tarik tersendiri. Bukan hanya karena tampilannya yang elegan, tapi juga karena nilai sejarah dan budaya di baliknya,” ujar Zulfikar, seorang kolektor batu giok asal Lhokseumawe, saat ditemui iTime.id, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, meski tren perhiasan terus berganti, minat kaum laki-laki terhadap giok tidak pernah pudar. Banyak yang mengenakan giok sebagai pelengkap gaya sekaligus bentuk kebanggaan terhadap warisan lokal.
“Sekarang banyak anak muda juga mulai suka giok, apalagi kalau dijadikan cincin atau gelang dengan desain modern. Jadi tetap terlihat keren tapi tetap ada nuansa tradisinya,” tambahnya.
Selain dijual di pasar lokal, giok Aceh juga kerap menjadi incaran kolektor dari luar daerah, bahkan mancanegara. Pemerintah daerah pun terus mendorong pelaku UMKM untuk mengembangkan kerajinan batu giok sebagai produk unggulan khas Aceh.
Dengan nilai estetika dan filosofinya yang kuat, Giok Aceh bukan hanya sekadar batu perhiasan — ia adalah bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Aceh yang terus berkilau di tengah zaman.
Reina
