
ITime.id — Jawa Barat 14November 2025. menyimpan kekayaan alam yang tak hanya berupa panorama alam, tetapi juga buah-buahan khas yang unik dan kaya manfaat. Salah satunya adalah buah Campolay (kadang dieja “Campoleh” atau “Campolai”), yang nama ilmiahnya adalah Pouteria campechiana.
Di tanah Sunda, buah ini juga dikenal sebagai sawo Walanda atau sawo mentega karena teksturnya yang lembut dan warnanya yang kuning-oranye.
Masyarakat Kabupaten Bandung Barat, khususnya di Rajamandala dan Cipatat, menanam buah ini sebagai bagian dari pertanian lokal.
Sebagian penjual menyebut bahwa daging buah matang memiliki rasa mirip ubi rebus yang dikukus, sementara bijinya besar dan keras.
Buah Campolay bukan sekadar eksotis, tapi juga kaya nutrisi:
- Mengandung banyak karoten, berbagai vitamin B, dan mineral penting.
- Kaya serat dan rendah lemak, sehingga baik untuk pencernaan dan gaya hidup sehat.
- Karena kandungan energinya tinggi, beberapa menganggapnya sebagai semacam “superfood”.
Buah ini tidak hanya dikonsumsi segar. Di Jawa Barat, terutama di Cirebon, Sirup Tjampolay sudah menjadi minuman legendaris sejak 1936.
Sirup ini dibuat dari buah Campolay asli, tanpa bahan pengawet, dan kini hadir dalam berbagai varian rasa seperti rosen, asam jeruk, nanas, hingga melon dan mangga.
Lebih jauh, riset modern pun mulai eksplorasi pemanfaatan Campolay secara kreatif: salah satu penelitian di Universitas Muhammadiyah Surabaya menemukan bahwa menambahkan ekstrak buah Campolay ke dalam wajit Cililin (makanan tradisional Jawa Barat) bisa meningkatkan nilai gizinya sekaligus citra rasanya.
Meskipun punya potensi besar, budidaya Campolay menghadapi tantangan: belum semua masyarakat mengenal manfaat penuh buah ini, dan diversifikasi olahan masih terbatas.
Namun, dengan semakin populernya sirup Tjampolay dan penelitian baru yang mengangkatnya ke ranah pangan fungsional, peluang pasar lokal dan bahkan nasional bisa semakin terbuka.
Buah Campolay adalah salah satu contoh buah khas Jawa Barat yang kaya sejarah, bergizi tinggi, dan punya potensi ekonomi besar. Melalui kombinasi tradisi (sirup legendaris) dan inovasi (pengolahan dalam makanan lokal), buah ini bisa jadi ikon agro-nusantara yang patut lebih diapresiasi — terutama di era tren gaya hidup sehat dan pangan lokal.
