ITime.id – Mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kembali menjadi perhatian publik berkat perannya dalam mendampingi kedua putranya menapaki karier politik. Meski tidak lagi aktif di pemerintahan, SBY masih menjadi sosok sentral dalam proses regenerasi kepemimpinan di Partai Demokrat maupun di lingkungan keluarga Yudhoyono

.
Sejumlah momen yang terlihat dalam beberapa tahun terakhir memperlihatkan bagaimana SBY hadir sebagai pembimbing bagi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie “Ibas” Baskoro Yudhoyono. Baik melalui nasihat politik, pengalaman bernegara, maupun dukungan moral, SBY dinilai memberikan fondasi kuat bagi perjalanan karir kedua putranya.
Pengamat politik menilai, pola pendampingan yang dilakukan SBY mencerminkan model regenerasi kepemimpinan yang terstruktur. Dengan pengalaman panjang sebagai prajurit TNI, menteri, hingga Presiden dua periode, SBY dianggap mampu memberikan perspektif strategis yang menjadi bekal penting bagi generasi berikutnya.
Meskipun begitu, SBY tetap memberi ruang bagi putra-putranya untuk membangun karakter kepemimpinan masing-masing. Ia lebih sering mengambil peran sebagai penasihat, bukan pengarah mutlak—sebuah pendekatan yang dipandang positif karena membuka kesempatan bagi AHY dan Ibas untuk tampil dengan gaya dan pandangan sendiri di arena politik nasional.
Kehadiran SBY sebagai figur panutan keluarga sekaligus tokoh senior Demokrat disebut menjadi salah satu faktor yang turut memperkuat posisi AHY dan Ibas di mata publik serta internal partai. Banyak pendukung menilai, nilai-nilai kedisiplinan, etika politik, dan integritas yang diwariskan SBY menjadi modal penting bagi keberlanjutan kepemimpinan di tubuh Demokrat.
Seiring dinamika politik yang terus berkembang, publik menantikan bagaimana kiprah AHY dan Ibas akan berlanjut—dan sejauh mana peran SBY akan terus mewarnai perjalanan mereka. Namun bagi banyak pihak, satu hal sudah jelas: kontribusi SBY sebagai mentor bagi penerusnya adalah bagian penting dari peta politik Indonesia hari ini.
Reina
