
ITime.id – Jakarta 15 November 2925 Meski kehadiran supermarket modern semakin menjamur di berbagai kota besar, pasar tradisional rupanya tetap memegang hati masyarakat Indonesia sebagai tempat berbelanja utama.
Berdasarkan pantauan iTime.id, pasar tradisional menawarkan berbagai keunggulan yang sulit ditandingi oleh supermarket. “Harga di pasar lebih fleksibel, dan bisa ditawar. Selain itu, kualitas sayur dan buah yang segar langsung dari petani lebih terjamin,” ujar Siti Nurhaliza, seorang pengunjung Pasar Palmerah, Jakarta Barat.
Selain harga dan kesegaran, faktor sosial juga menjadi alasan masyarakat masih memilih pasar tradisional. Pasar bukan hanya tempat transaksi, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial. Banyak pengunjung merasa nyaman karena bisa berkomunikasi langsung dengan penjual dan mendapatkan rekomendasi produk.
Ahmad Fauzi, pedagang sayur di Pasar Minggu, menambahkan, “Kami bisa memberikan harga khusus untuk pelanggan tetap, itu yang tidak bisa dilakukan di supermarket. Hubungan personal ini membuat pasar tradisional tetap diminati.”
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sekitar 60 persen masyarakat masih rutin berbelanja di pasar tradisional, terutama untuk kebutuhan sehari-hari seperti sayur, buah, dan bahan pokok. Sementara supermarket lebih banyak dikunjungi untuk produk olahan, kebutuhan rumah tangga, atau belanja dalam jumlah besar.
Dengan kombinasi harga yang bersaing, kualitas produk yang terjamin, dan nuansa sosial yang hangat, pasar tradisional tetap mempertahankan perannya sebagai jantung kegiatan ekonomi masyarakat, meski era modernisasi terus berjalan.
