ITime.id —Salatiga 15 November 2025. Pemerintah Kota Salatiga mulai menyiapkan arah kebijakan anggaran 2026 dengan menyampaikan bahwa ruang fiskal daerah diprediksi semakin terbatas. Kondisi ini membuat Pemkot menata ulang skala prioritas, terutama pada sektor yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan harian masyarakat.


Dalam pembahasan awal perencanaan anggaran, Pemkot menyoroti bahwa sejumlah komponen belanja wajib—seperti kebutuhan operasional dan penyesuaian regulasi kepegawaian—membebani kapasitas fiskal kota. Di sisi lain, pendapatan asli daerah belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.
“Situasinya memang tidak longgar. Karena itu, kami menempatkan layanan dasar sebagai fokus utama. Kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur publik tetap menjadi jangkar anggaran 2026,” ujar salah satu pejabat Pemkot dalam pertemuan tersebut.
Penekanan pada layanan dasar membuat beberapa program non-prioritas berpotensi ditinjau ulang, baik dari sisi pembiayaan maupun skala pelaksanaannya. Pemkot menilai langkah ini perlu dilakukan untuk memastikan pembangunan tetap bergerak meski sumber daya keuangan terbatas.
Selain melakukan pemangkasan dan efisiensi, Pemkot berupaya memperkuat pendapatan melalui optimalisasi pajak daerah, peningkatan kualitas layanan perizinan untuk mendorong aktivitas ekonomi, serta pengelolaan aset yang lebih produktif.
“Kami ingin publik memahami bahwa keterbatasan bukan hambatan. Justru ini menjadi kesempatan memperbaiki tata kelola dan memastikan anggaran benar-benar memberi manfaat paling besar bagi warga,” tambahnya.
Rangkaian pembahasan anggaran akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, sebelum ditetapkan secara resmi sebagai pedoman pembangunan daerah tahun 2026.
Reina
