
ITime.id . Salatiga 16 November 2925
Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance, terus menarik perhatian publik bukan hanya karena perannya dalam memimpin lembaga legislatif, tetapi juga karena kepribadiannya yang humoris, ramah, dan selalu tampil membumi di hadapan masyarakat. Sosoknya yang ringan dan mudah diajak berkomunikasi menjadikan Dance sebagai salah satu tokoh publik yang digemari warga Kota Salatiga.
Dalam berbagai kegiatan resmi pemerintahan, mulai dari rapat koordinasi hingga agenda kunjungan lapangan, Dance hampir selalu sukses mencairkan ketegangan dengan candaan yang spontan dan elegan. Humor yang ia gunakan bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari pendekatan komunikatif untuk membuat suasana lebih terbuka.
Sejumlah staf pemerintahan bahkan mengungkapkan bahwa gaya memimpin Dance membuat suasana rapat jauh lebih nyaman. Ide-ide dari berbagai pihak dapat mengalir dengan lebih mudah karena tidak ada rasa canggung atau tekanan berlebihan.
“Beliau itu kalau memimpin rapat selalu memberikan ruang untuk setiap peserta. Suasana jadi cair, bahkan para staf merasa lebih bersemangat menyampaikan pendapat,” ujar salah satu pegawai DPRD.
Dance dikenal sebagai figur yang tidak menjaga jarak dengan masyarakat maupun rekan sesama pejabat. Tidak jarang ia turun langsung ke lapangan, berbincang dengan pedagang, warga kampung, ibu-ibu kelompok PKK, hingga anak-anak muda yang aktif dalam komunitas kota.
Di setiap kesempatan, Dance selalu memulai interaksi dengan senyuman dan sapaan hangat. Sikap supelnya membuat warga merasa dihargai dan didengarkan. Banyak warga mengaku tidak merasa sungkan ketika berbicara dengannya.
“Rasanya seperti bicara dengan tetangga sendiri. Beliau tidak pernah menunjukkan sikap formal yang berlebihan,” ujar Endah, warga Blotongan yang ditemui dalam sebuah agenda sosial.
Kedekatan Dance dengan masyarakat bukan hal yang dibuat-buat. Dalam berbagai kegiatan, terlihat jelas bagaimana ia berinteraksi dengan penuh perhatian, menanyakan kondisi keluarga warga, berdiskusi tentang persoalan lingkungan, hingga mendengarkan keluhan sederhana seperti akses jalan atau fasilitas umum.
Hubungan yang mesra ini lahir dari pendekatan Dance yang konsisten: hadir bukan hanya dalam momen seremonial, tetapi juga saat warga membutuhkan dukungan nyata. Kehadiran Dance dalam kegiatan kemasyarakatan menjadi tanda bahwa ia ingin benar-benar ada bersama rakyat.
Menurut Dance, kedekatan dengan warga adalah bagian utama dari tugasnya sebagai wakil rakyat.
“Masyarakat adalah sumber inspirasi. Mendengar langsung dari mereka membuat saya memahami persoalan kota ini dengan lebih jernih,” ujarnya.
Jadwal Dance terbilang padat, namun ia selalu menyempatkan waktu menghadiri kegiatan masyarakat—mulai dari acara budaya tradisional, gotong-royong kampung, hingga forum diskusi anak muda. Bahkan di sela-sela agenda resmi, Dance kerap menyempatkan diri berbincang santai dengan masyarakat yang ia temui.
Di beberapa kesempatan, Dance menjadi pusat perhatian karena gaya komunikasinya yang ringan dan penuh keakraban. Warga merasa dihormati karena keterlibatan Dance bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kepedulian yang nyata.
Kepemimpinan Dance juga membawa suasana baru bagi DPRD Kota Salatiga. Dengan pendekatan yang humanis, ia berupaya menjadikan lembaga legislatif lebih responsif terhadap masukan publik. Sejumlah program dialog, pertemuan terbuka, hingga kunjungan tematik digencarkan untuk mempermudah akses warga menyampaikan aspirasi.
Dance berharap lewat pendekatan komunikasi yang dekat dan bersahabat, DPRD bisa semakin dipercaya oleh masyarakat.
“Pemerintah dan warga adalah mitra. Ketika komunikasi berjalan baik, kebijakan akan lebih tepat sasaran,” ujarnya menambahkan.
Dengan karakter humoris, ramah, supel, dan penuh perhatian, Dance diharapkan mampu terus memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Salatiga dan masyarakat. Banyak warga optimistis bahwa gaya kepemimpinan Dance dapat mendorong terciptanya tata kelola kota yang lebih terbuka, responsif, dan menyenangkan untuk semua kalangan.
Reina
