I Tine.id Bali 16 November 2025 .– Pulau Dewata tidak hanya terkenal dengan keindahan pantainya dan budaya yang kaya, tetapi juga menyimpan kekayaan alam dalam bentuk buah lokal, salah satunya salak Bali. Buah ini semakin populer karena memiliki rasa manis yang khas dan tekstur masir yang memanjakan lidah.

Salak Bali, atau yang sering disebut “salak manis,” dibudidayakan di beberapa daerah dataran tinggi Bali. Keunikan buah ini terletak pada kulitnya yang berwarna cokelat kemerahan dengan sisik yang rapi, serta daging buah yang renyah, masir, dan kaya rasa manis alami. Tidak heran, salak Bali kini menjadi buah favorit bagi wisatawan dan masyarakat lokal.
Menurut petani lokal, rahasia kelezatan salak Bali terletak pada kombinasi iklim tropis yang sejuk dan tanah vulkanik yang subur. “Salak ini manis karena proses pematangannya alami di pohon. Tekstur masirnya juga berbeda dari salak jenis lain, lebih renyah dan tidak terlalu asam,” ujar Wayan Suardana, petani salak di Kabupaten Tabanan.
Selain nikmat disantap langsung, salak Bali kini banyak diolah menjadi aneka produk olahan, seperti keripik salak, selai, hingga minuman segar. Produk olahan ini semakin memperluas daya tarik salak Bali, baik untuk konsumsi lokal maupun pasar ekspor.
Para ahli gizi menambahkan bahwa salak Bali juga kaya akan serat, vitamin C, dan antioksidan, sehingga baik untuk pencernaan dan daya tahan tubuh. Kombinasi rasa manis dan kandungan gizi ini menjadikan salak Bali tidak hanya lezat, tetapi juga menyehatkan
.
Dengan kualitas rasa yang unik, salak Bali diyakini memiliki potensi besar untuk mendongkrak ekonomi lokal melalui pengembangan agroindustri dan pariwisata berbasis buah lokal. Bagi wisatawan yang ingin mencicipi langsung manisnya salak Bali, sejumlah desa di Tabanan dan Gianyar kini menyediakan wisata petik salak yang seru dan edukatif.
Salak Bali, dengan manisnya yang khas dan tekstur masir yang renyah, terus membuktikan diri sebagai salah satu buah unggulan Nusantara yang patut dibanggakan
.
