ITime.id —21 November 2025 . Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat Indonesia untuk bersiap menghadapi puncak musim hujan yang mulai menunjukkan peningkatan nyata. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, potensi cuaca ekstrem diperkirakan semakin meluas dan dapat menimbulkan dampak yang signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyampaikan bahwa sejumlah parameter cuaca menunjukkan peningkatan aktivitas awan konvektif dan potensi pembentukan awan cumulonimbus (CB) yang lebih intens. Awan-awan ini kerap menjadi pemicu hujan lebat, petir yang kuat, hingga angin puting beliung pada kondisi tertentu.
BMKG menjelaskan bahwa Indonesia saat ini berada pada fase aktif musim hujan akibat beberapa faktor atmosfer yang saling memperkuat. Aktivitas monsun dari Asia membawa uap air dalam jumlah besar, sementara gelombang atmosfer seperti Madden–Julian Oscillation (MJO) dan Rossby Wave turut berkontribusi menciptakan pertumbuhan awan hujan yang masif.
“Kami mencatat adanya peningkatan signifikan pada potensi hujan ekstrem di beberapa wilayah. Periode akhir November hingga awal Januari akan menjadi masa krusial yang perlu diwaspadai bersama,” ujar BMKG dalam laporan tersebut.
Selain itu, suhu muka laut di sebagian besar perairan Indonesia juga cenderung hangat, sehingga pasokan uap air ke atmosfer ikut meningkat. Hal ini memperbesar peluang terbentuknya hujan dengan durasi panjang maupun hujan intensitas tinggi dalam waktu singkat.
BMKG merinci sejumlah wilayah yang diperkirakan mengalami dampak lebih besar selama puncak musim hujan ini, meliputi:
- Jawa Tengah, terutama wilayah pegunungan, lereng, dan daerah aliran sungai besar.
- Jawa Barat bagian selatan, termasuk kawasan pesisir yang rawan gelombang tinggi.
- Lampung tengah dan pesisir timur Sumatra.
- Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, yang beberapa titiknya rentan banjir bandang.
- Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, terutama daerah dengan kontur tebing terjal.
- Beberapa wilayah Nusa Tenggara yang mengalami peningkatan anomali curah hujan.
Di kawasan perkotaan, risiko genangan dan banjir juga meningkat akibat tersumbatnya drainase atau volume air yang melebihi kapasitas saluran.
BMKG menilai bahwa cuaca ekstrem yang terjadi pada periode ini dapat berdampak pada berbagai sektor penting, antara lain:
- Transportasi, termasuk jalan raya, penerbangan, hingga jalur laut yang berpotensi terganggu akibat jarak pandang pendek atau gelombang tinggi.
- Pertanian, yang rawan mengalami gagal panen jika hujan ekstrem terjadi beruntun.
- Kelistrikan, karena angin kencang berpotensi merobohkan pohon atau tiang listrik.
- Kesehatan masyarakat, akibat meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan seperti leptospirosis dan diare.
BMKG meminta seluruh pihak untuk memperhitungkan kemungkinan tersebut guna mencegah kerugian besar.
Agar masyarakat lebih siap menghadapi puncak musim hujan, BMKG mengeluarkan beberapa panduan yang perlu diperhatikan:
- Selalu memantau informasi resmi BMKG melalui aplikasi, situs web, dan kanal media sosial.
- Menjaga kebersihan saluran air di lingkungan tempat tinggal untuk mencegah banjir dadakan.
- Menghindari aktivitas di sekitar sungai, tebing, dan pohon besar saat hujan deras turun.
- Menyiapkan tas siaga darurat, berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, dan kebutuhan lain jika sewaktu-waktu evakuasi diperlukan.
- Mengatur jadwal perjalanan dengan memperhatikan prakiraan cuaca harian.
- Mengamankan barang-barang berharga dari potensi banjir, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan.
Pemerintah daerah diminta untuk bergerak lebih cepat dalam memperkuat sistem mitigasi, termasuk memastikan kesiapan tim penanganan bencana, memperbaiki drainase, hingga membuat pusat informasi cuaca yang mudah dijangkau warga.
Memasuki puncak musim hujan, BMKG menegaskan bahwa peningkatan kewaspadaan dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan. Dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang baik mengenai potensi cuaca ekstrem, risiko bencana dapat ditekan dan keselamatan warga dapat lebih terjaga.
Reina
