I Time .id 21 November 2025 .Di tengah laju modernisasi dan serbuan produk pabrikan yang kian mendominasi pasar, para pengrajin rotan yang sempat terpinggirkan kini kembali menemukan harapan. Hutan-hutan rotan di berbagai daerah Indonesia kembali menjadi sumber berkah setelah banyak warga mulai melirik kembali produk rotan sebagai bagian dari gaya hidup natural dan ramah lingkungan.

Selama beberapa tahun terakhir, para pengrajin rotan mengalami penurunan pesat dalam permintaan. Masuknya produk berbahan plastik, besi ringan, hingga furnitur modern membuat usaha kerajinan rotan hampir kehilangan pasar. Tidak sedikit pengrajin yang meninggalkan pekerjaannya dan beralih ke sektor lain demi bertahan hidup.
Namun kondisi itu perlahan berubah. Kesadaran masyarakat terhadap keberlanjutan lingkungan mulai meningkat. Banyak pembeli saat ini lebih memilih bahan alami yang tahan lama, estetik, dan tidak mencemari lingkungan. Rotan kembali naik daun.
Hutan Rotan, Sumber Harapan Baru
Bagi warga desa yang hidup berdampingan dengan hutan rotan, kehadiran kembali kerajinan tradisional ini membawa angin segar. Hutan rotan tidak hanya menyediakan bahan baku berkualitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga yang tadinya hampir kehilangan mata pencaharian.
“Hutan rotan ini seperti kembali bernyawa. Dulu hampir tidak ada yang mencari, sekarang pesanan datang terus,” ujar salah satu pengrajin lokal.
Permintaan tidak hanya datang dari pasar dalam negeri. Banyak pembeli dari luar negeri kini berburu furnitur dan kerajinan rotan buatan tangan karena nilai artistik yang dinilai lebih tinggi dibandingkan produk pabrik.
Generasi Muda Mulai Melirik Kerajinan Rotan
Menariknya, kebangkitan ini juga memicu minat generasi muda untuk belajar menganyam. Mereka melihat potensi besar dalam bisnis rotan, baik secara tradisional maupun modern. Beberapa kelompok kreatif bahkan menggabungkan desain minimalis kekinian dengan teknik anyaman klasik—menciptakan produk unik yang diminati pasar urban.
Banyak desa pengrajin rotan kini mulai membuka pelatihan untuk anak muda, agar seni anyaman tidak punah ditelan era teknologi.
Rotan, Simbol Kearifan Lokal yang Tetap Tangguh
Di tengah gempuran globalisasi dan teknologi canggih, hutan rotan membuktikan bahwa kekayaan alam dan tradisi lokal tetap bisa menjadi pilar ekonomi masyarakat. Rotan bukan sekadar bahan baku; ia adalah bagian dari identitas budaya Indonesia.
Dengan dukungan pasar dan kesadaran lingkungan yang terus meningkat, para pengrajin yang dulu hampir tersingkir kini kembali berdiri tegak, membawa warisan nenek moyang menuju masa depan yang lebih cerah.
Reina
