
I Time.id —Yogyakarta 21 November 2025 Pemerintah pusat bersama Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi menetapkan pembangunan Jembatan Sunan Kabanaran, sebuah jembatan tematik yang akan menjadi pengingat perjalanan sejarah dan dakwah tokoh penyebar Islam di wilayah selatan Jawa, yaitu Sunan Kabanaran.
Proyek ini dipilih sebagai bagian dari pengembangan kawasan dan penguatan wisata religi yang dinilai memiliki nilai budaya tinggi di DIY.
Jembatan Sunan Kabanaran akan dirancang dengan konsep yang menggabungkan desain modern dan unsur tradisi Jawa. Elemen sejarah dari Sunan Kabanaran akan dihadirkan melalui:
- Relief perjalanan hidup sang wali,
- Gapura bergaya klasik Jawa,
- Ornamen kaligrafi,
- Panel informasi sejarah,
- Pencahayaan bernuansa hangat untuk tampilan malam yang lebih menarik.
Jembatan ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas transportasi, tetapi juga ruang edukasi terbuka untuk mengenalkan kembali kisah Sunan Kabanaran kepada generasi muda.
Gubernur DIY menyambut baik proyek tersebut dan menilai bahwa pembangunan jembatan bertema sejarah bisa menjadi cara baru dalam melestarikan warisan budaya.
“Kita tidak boleh lupa pada jejak tokoh yang membangun nilai kehidupan masyarakat Jawa. Jembatan ini menjadi simbol penghormatan,” ujar Gubernur DIY.
Warga sekitar Kabanaran juga menyatakan rasa syukur karena jembatan tersebut akan mempermudah akses, membuka peluang wisata, hingga menggerakkan ekonomi di tingkat lokal.
Proses pembangunan dijadwalkan dimulai tahun depan setelah perhitungan teknis dan lahan rampung. Pemerintah pusat telah menyiapkan dukungan anggaran, sementara Pemerintah DIY bertugas mengkurasi unsur budaya dan sejarah yang akan ditampilkan di jembatan.
Proyek ini menjadi bukti bahwa pembangunan modern bisa berjalan beriringan dengan pelestarian nilai leluhur.
Reina
