
I Time.id – Jakarta 22November 2025 . PT Pertamina Patra Niaga telah memblokir 394 ribu nomor polisi (nopol) kendaraan dari akses pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, termasuk Pertalite dan Solar. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperketat penyaluran subsidi agar lebih tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan.
Menurut Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, pemblokiran ini berangkat dari hasil sistem pengawasan “Subsidi Tepat” yang menerapkan QR Code sebagai syarat pembelian BBM bersubsidi.
“Sistem subsidi tepat ini telah melakukan identifikasi fraud terhadap 394 ribu nopol kendaraan … untuk antisipasi maupun mitigasi penyalahgunaan BBM di SPBU,” jelas Mars Ega dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR.
Akibat pemblokiran, pemilik kendaraan dengan nopol yang terdaftar dalam daftar hitam tidak lagi bisa membeli Pertalite bersubsidi di SPBU maupun melalui aplikasi yang mendukung program subsidi.
Selain itu, Pertamina mencatat telah menurunkan konsumsi dua jenis BBM subsidi: realisasi kuota Solar sampai Oktober 2025 diperkirakan di bawah 10% dari alokasi pemerintah, sementara Pertalite juga tercatat sekitar 10% di bawah target untuk tahun ini.
Tak hanya menindak konsumen, Pertamina juga melakukan pembinaan terhadap 544 SPBU sepanjang tahun 2025 untuk memastikan penerapan aturan distribusi subsidi yang lebih ketat.
- Penegakan Subsidi Tepat: Langkah pemblokiran ini dipandang sebagai sinyal bahwa Pertamina serius menjalankan program “subsidi tepat” melalui digitalisasi dan verifikasi data.
- Peringatan bagi Masyarakat: Bagi pemilik kendaraan, ada imbauan untuk memeriksa apakah nopol kendaraannya termasuk dalam daftar yang diblokir. Jika iya, potensi kehilangan akses ke BBM subsidi harus diantisipasi.
- Efek Jangka Panjang: Dengan konsumsi Pertalite yang turun di bawah target, ini bisa menjadi indikator bahwa penyalahgunaan BBM subsidi mulai bisa dikendalikan — namun juga berpotensi menimbulkan keluhan dari pemilik kendaraan yang merasa dirugikan.
Pemblokiran 394 ribu kendaraan oleh Pertamina merupakan langkah tegas dalam menegakkan keadilan dan efisiensi distribusi subsidi BBM. Melalui kombinasi sistem digital (QR Code) dan pengawasan SPBU, Pertamina berharap subsidi hanya dinikmati oleh mereka yang benar-benar berhak — sekaligus mengurangi beban anggaran negara akibat kebocoran subsidi.
Reina

