Itime.id – Gresik – Aksi nekat seorang sopir bus PO Bintang Mas jurusan Bojonegoro–Surabaya memicu kehebohan di Terminal Tipe A Bunder Gresik pada Sabtu (22/11/2025). Bus tersebut diduga melanggar aturan fatal dengan memasuki terminal melalui pintu keluar sambil melaju dengan kecepatan tinggi, membuat petugas dan pengguna terminal panik.
Insiden itu terjadi tiba-tiba ketika sejumlah penumpang dan kendaraan lain sedang melintas di area pintu keluar. Beberapa saksi mengaku kaget melihat bus berwarna kuning tersebut menerobos jalur yang seharusnya tidak digunakan untuk masuk.
“Itu bus tiba-tiba masuk dari arah pintu keluar, cepat sekali. Petugas langsung teriak memberi peringatan,” ujar salah satu saksi mata di area terminal.
Sopir Disebut Tantang Petugas
Ketika petugas terminal menegur sopir berinisial YSF, responsnya justru membuat suasana semakin panas. Bukannya meminta maaf, sopir tersebut dikabarkan melawan dan bersikap menantang.
“Sebagai sopir bus yang membawa puluhan nyawa, seharusnya dia patuh SOP. Kalau sampai terjadi kecelakaan, ini bisa fatal,” tegas seorang petugas terminal yang enggan disebutkan namanya.
Perusahaan Bertindak Cepat: Sopir Resmi Diskors 7 Hari
Tak ingin kejadian ini mencoreng nama perusahaan, Direktur PT Bintang Mas Jaya, Johon, langsung mengeluarkan keputusan tegas. YSF dijatuhi sanksi skorsing selama 7 hari, terhitung sejak surat resmi diterbitkan.
Johon menegaskan bahwa setiap sopir diwajibkan mematuhi tata tertib Terminal Bunder yang berada di bawah pengawasan Kementerian Perhubungan.
“Kami tidak mentolerir pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Dishub dan Polisi Diminta Bertindak Tegas
Kejadian ini mendorong masyarakat dan komunitas transportasi meminta Dishub Gresik dan Satlantas Polres Gresik melakukan pembinaan khusus kepada seluruh sopir PO Bintang Mas.
Pasalnya, tindakan seperti masuk pintu keluar bukan sekadar pelanggaran disiplin, melainkan ancaman keselamatan bagi penumpang dan pengguna terminal lainnya.
Beberapa pihak bahkan mendorong agar kasus ini dijadikan contoh agar manajemen bus lebih ketat dalam merekrut dan mengevaluasi sopir.
(Tim)

