
ITine.id — Purworejo 25 November 2025 . Mega proyek Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dipastikan akan mulai beroperasi pada akhir 2027 setelah sempat mengalami penundaan akibat kebijakan relaksasi prioritas pembangunan nasional.
Menurut data dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS Serayu Opak), progres pembangunan Bendungan Bener per Agustus 2025 telah mencapai 61,51 persen.
Sebelumnya, Kepala SNVT Bendungan Bener, Novan Eka Adila, menyatakan pembangunan sempat mencapai 60 persen.
Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, saat meninjau lokasi pembangunan, menegaskan harapannya agar bendungan dapat diselesaikan tepat waktu mengingat manfaatnya bagi masyarakat.
Salah satu faktor penundaan adalah kebijakan relaksasi dari pemerintah pusat. Menurut Novan, proyek bendungan diberi kelonggaran karena saat ini prioritas nasional bergeser ke ketahanan pangan.
Akibat kebijakan ini, target penyelesaian yang awalnya direncanakan lebih cepat, harus mundur hingga akhir tahun 2027 agar pembangunan bisa terus berjalan dengan stabil.
Lebih jauh, Novan menuturkan bahwa pekerjaan sekarang difokuskan pada beberapa bagian teknis, seperti penimbunan area river bed, penggalian spillway, pengerjaan grouting, serta pengangkutan batu andesit dari Desa Wadas.
Menurut laporan Radar Jogja, pada akhir 2027 juga direncanakan dilakukan pengisian awal waduk.
Bendungan Bener dirancang sebagai proyek multifungsi. Beberapa manfaat yang diharapkan antara lain:
- Irigasi: mampu mengairi lahan pertanian sekitar 15.519 hektare.
- Air baku: menyediakan air bersih hingga 1.500 liter per detik untuk kebutuhan rumah tangga, kota, dan industri di Purworejo, Kebumen, dan Kulon Progo.
- Pembangkit Listrik: direncanakan menghasilkan listrik melalui PLTA dengan kapasitas sekitar 10 MW.
- Pengendalian Banjir: mampu mereduksi debit puncak banjir secara signifikan.
- Pariwisata dan Konservasi: area genangan seluas ratusan hektare direncanakan dimanfaatkan untuk wisata dan konservasi ekosistem DAS Bogowonto.
Meskipun proyek berjalan, pembangunan Bendungan Bener tidak lepas dari kontroversi. Desa Wadas, sebagai lokasi sumber material batu andesit, menjadi salah satu titik konflik. Kritik datang dari lingkungan, terutama terkait kegiatan tambang.
Selain itu, pembebasan lahan untuk proyek bendungan juga menimbulkan dampak sosial. Beberapa warga menerima uang ganti rugi (UGR) dengan nominal yang dipandang rendah.
Pihak Kementerian PUPR melalui BBWS Serayu Opak menyatakan komitmen untuk terus melanjutkan pembangunan Bendungan Bener sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Sementara di sisi pendanaan energinya, PT Resource Alam Indonesia (KKGI) ditunjuk sebagai pemrakarsa proyek PLTM Bendungan Bener pada Oktober 2025.
Dengan penyelesaian diharapkan pada akhir 2027 dan awal pemanfaatan bendungan pada periode yang sama, masyarakat Purworejo dan sekitarnya bisa segera merasakan manfaat jangka panjang dari proyek besar ini.
Reina

