
ITime.id — Nasional 25 November 2025 Hutan mangrove kembali menjadi sorotan sebagai salah satu ekosistem paling penting dalam menjaga keseimbangan alam, terutama di wilayah pesisir Indonesia. Selain berfungsi sebagai pelindung garis pantai, mangrove memiliki peran besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan berbagai spesies di sekitarnya.
Mangrove berfungsi sebagai penghalang alami terhadap abrasi yang disebabkan gelombang laut. Struktur akar yang rapat dan kuat mampu menahan hantaman ombak, mengurangi kerusakan pantai, dan melindungi permukiman warga saat terjadi badai atau gelombang tinggi. Di beberapa daerah, keberadaan mangrove bahkan terbukti mengurangi dampak tsunami.
Hutan mangrove menjadi rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna. Dari berbagai jenis burung, ikan, kepiting, hingga reptil, semuanya menggantungkan hidup pada ekosistem ini. Akar mangrove yang menjulang ke atas dan ke bawah permukaan air menjadi tempat berlindung dan berkembang biak bagi ikan-ikan kecil, udang, hingga biota laut lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Para ahli mencatat, menurunnya populasi mangrove dapat berdampak langsung pada penurunan produktivitas perikanan di wilayah pesisir.
Studi ilmiah menunjukkan bahwa mangrove merupakan salah satu penyerap karbon terbesar dibandingkan hutan daratan. Mangrove mampu menyimpan karbon hingga empat kali lebih banyak per hektare. Kemampuan ini menjadikannya kunci dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dan mitigasi perubahan iklim.
Mangrove berperan menyaring limbah alami maupun buatan manusia sebelum mengalir ke laut. Akar-akar mangrove mampu menangkap sedimen dan polutan, sehingga mencegah pencemaran yang dapat merusak ekosistem laut.
Selain itu, tanah di sekitar kawasan mangrove cenderung lebih stabil dan subur berkat endapan lumpur yang tertahan oleh akar-akar tersebut.
Bagi masyarakat pesisir, mangrove bukan hanya penyangga ekosistem, tetapi juga sumber ekonomi. Banyak warga yang bergantung pada hasil perikanan, ekowisata mangrove, hingga pengolahan produk turunan seperti sirup mangrove, batik, dan kerajinan tangan.
Beberapa desa pesisir di Indonesia berhasil meningkatkan perekonomian melalui pengelolaan mangrove secara berkelanjutan.
Meski manfaatnya besar, kawasan mangrove di Indonesia masih menghadapi ancaman deforestasi akibat alih fungsi lahan, tambak, dan pembangunan pesisir. Pemerintah, komunitas lingkungan, dan masyarakat terus mendorong program rehabilitasi mangrove untuk memulihkan kawasan yang rusak.
Dengan berbagai peran krusialnya, mangrove bukan sekadar hutan pesisir, melainkan fondasi penting bagi kelestarian alam dan keberlanjutan hidup masyarakat sekitar.
Reina

