ITime.id —Ambarawa 27 November 2925 . Benteng Ambarawa, salah satu peninggalan kolonial paling bersejarah di Jawa Tengah, kini tampil dengan wajah baru setelah proses revitalisasi besar-besaran yang dilakukan pemerintah daerah bersama komunitas pelestari cagar budaya. Bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai Benteng Willem I ini kini diubah menjadi ruang publik berkonsep wisata sejarah dan kuliner modern.
Bangunan Bersejarah yang Kembali Hidup
Revitalisasi dilakukan dengan tetap mempertahankan elemen arsitektur asli benteng seperti dinding bata merah, lorong pertahanan, serta struktur gerbang utama. Perbaikan dilakukan secara hati-hati agar keaslian warisan sejarahnya tidak hilang, namun tetap aman dan nyaman untuk dikunjungi.
Hasilnya, benteng yang semula tampak usang kini tampil lebih terawat dan menjadi magnet baru bagi wisatawan.

Dibuka sebagai Destinasi Kuliner Berbasis UMKM
Salah satu bagian yang paling menarik dari renovasi ini adalah hadirnya sentra kuliner di area dalam benteng. Deretan kios UMKM kini menempati koridor benteng yang telah ditata ulang, menghadirkan menu lokal seperti laksa Ambarawa, wedang khas, hingga jajanan tradisional dan camilan modern.
Konsep ini tidak hanya memberi nuansa baru bagi wisatawan, tetapi juga membuka ruang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Wisata Sejarah dengan Pendekatan Edukasi
Di beberapa titik, kini terdapat papan informasi yang menjelaskan fungsi benteng sejak masa Hindia Belanda hingga masa-masa konflik di sekitar Ambarawa. Pengunjung juga dapat mengikuti tur edukatif yang menjelaskan bagaimana benteng ini menjadi bagian penting dalam sejarah pertahanan di Jawa Tengah.
Area dalam yang dulunya tertutup kini dibuka menjadi ruang pamer komunitas dan spot foto bertema heritage
Diharapkan Jadi Ikon Wisata Baru Ambarawa
Pembukaan kembali Benteng Ambarawa pasca renovasi mendapat respons positif dari warga dan wisatawan yang datang. Dengan menggabungkan elemen sejarah dan kuliner, kawasan ini diproyeksikan menjadi ikon wisata baru sekaligus pusat aktivitas masyarakat.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan upaya melestarikan cagar budaya sembari menghidupkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Reina
