ITime.id — Jakarta 29 November 2025 Perjalanan panjang pemberdayaan perempuan di Indonesia tidak lepas dari sosok-sosok pelopor wanita yang muncul pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Meski rezim Orde Baru telah berakhir lebih dari dua dekade lalu, sejumlah tokoh perempuan yang berkiprah pada era tersebut masih diingat akan kontribusinya dalam memperjuangkan pendidikan, kesehatan, hingga peran sosial kaum wanita.
1. Siti Hartinah (Ibu Tien Soeharto): Penyangga Penguatan Peran Ibu Bangsa
Sebagai Ibu Negara selama 32 tahun, Siti Hartinah atau Ibu Tien dikenal sebagai tokoh yang aktif mendorong pembinaan keluarga dan perempuan Indonesia. Ia menjadi motor utama berdirinya PKK, Dharma Wanita, serta program-program pemberdayaan perempuan berbasis keluarga yang hingga kini masih menjadi fondasi organisasi wanita di berbagai daerah.
Konsep yang ia bangun, “Kesejahteraan keluarga sebagai kekuatan negara,” tetap menjadi pijakan dalam banyak kebijakan sosial modern.
2. Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut): Pembuka Ruang Peran Perempuan di Ruang Publik
Mbak Tutut merupakan salah satu tokoh perempuan penting pada masa Orde Baru yang memiliki peran kuat dalam program nasional, terutama di bidang transportasi dan sosial. Kiprahnya dalam pengembangan jalan tol serta kegiatannya di berbagai organisasi wanita memperlihatkan bagaimana perempuan mulai mendapat ruang dalam pengambilan keputusan strategis.
Meski kerap menjadi bagian dari perdebatan politik, jejak pengaruhnya dalam pembangunan infrastruktur masih diingat hingga kini.
3. Tuty Alawiyah: Pembela Hak Perempuan di Ranah Pendidikan dan Keagamaan
Sebagai pendiri Universitas As-Syafi’iyah dan tokoh ormas Muslimah, Prof. Dr. Tuty Alawiyah menjadi salah satu perempuan yang bersinar pada era Soeharto. Ia banyak memperjuangkan pendidikan bagi perempuan, penguatan peran ibu, serta keterlibatan perempuan dalam dakwah dan pembangunan sosial.
Warisan pemikirannya masih menjadi rujukan lembaga pendidikan Islam hingga sekarang.
4. Emmy Saelan dan Aktivis KOWANI: Penggerak Organisasi Perempuan Nasional
Era Soeharto juga dikenal sebagai masa penguatan organisasi wanita seperti KOWANI, yang diisi oleh tokoh-tokoh perempuan aktif memperjuangkan kesehatan, pendidikan anak, dan kesetaraan akses dalam kegiatan sosial. Banyak program yang dirintis pada masa itu masih menjadi pola kerja organisasi perempuan modern.
5. Dokter Siti Fadilah Supari (masa awal kiprah): Model Perempuan di Dunia Kesehatan
Walau kiprah besarnya dikenal setelah periode Orde Baru, Dr. Siti Fadilah sudah aktif sejak era Soeharto melalui organisasi dan riset kesehatan. Perjalanannya menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk tampil di sektor medis, yang saat itu masih didominasi laki-laki.
Walaupun konteks sosial dan politik Indonesia telah berubah, warisan tokoh-tokoh perempuan Orde Baru masih menempel pada berbagai aspek kehidupan perempuan Indonesia:
- PKK dan Dharma Wanita tetap menjadi organisasi perempuan terbesar di Indonesia.
- Program pemberdayaan keluarga masih mengikuti pola bina keluarga dan kesehatan yang dibentuk pada masa tersebut.
- Akses perempuan pada jabatan strategis di pemerintahan dan bisnis semakin terbuka, mengikuti jejak tokoh-tokoh pelopor tersebut.
- Gerakan sosial berbasis perempuan terus berkembang terinspirasi dari struktur organisasi masa itu.
Era Presiden Soeharto menjadi salah satu periode penting bagi perkembangan peran perempuan dalam ruang publik di Indonesia. Meski banyak dinamika terjadi, sejumlah pelopor wanita yang muncul pada masa tersebut tetap dikenang karena kontribusi mereka dalam pendidikan, kesehatan, keluarga, dan pembangunan nasional.
Warisan mereka masih terasa dan menjadi bagian dari fondasi kemajuan perempuan Indonesia saat ini.
Reina

