ITime.id – Nasional 30 November 2025
Aktivitas galian C di sejumlah daerah kembali memicu keresahan masyarakat. Kegiatan penambangan tanah, pasir, dan batu yang dilakukan tanpa pengawasan ketat dinilai menimbulkan dampak serius, mulai dari kerusakan lingkungan hingga konflik sosial antarwarga. Polemik ini seolah tidak pernah berhenti dari waktu ke waktu, bahkan cenderung semakin kompleks.
Di berbagai wilayah, warga mengeluhkan kerusakan jalan akibat truk pengangkut material yang berlalu-lalang tanpa batas. Debu tebal, kebisingan, serta ancaman longsor dan turunnya kualitas air juga menjadi masalah yang terus menghantui permukiman sekitar lokasi galian.
“Setiap hari kami harus menghirup debu. Jalan rusak parah dan lingkungan semakin tidak nyaman. Kami sudah sering menyampaikan protes, tapi belum ada solusi nyata,” ujar salah satu warga yang terdampak.
Selain dampak lingkungan, persoalan perizinan galian C juga menjadi pusat polemik. Banyak kegiatan tambang diduga beroperasi tanpa izin resmi atau memanfaatkan celah hukum. Kondisi ini membuat masyarakat semakin kehilangan kepercayaan terhadap pengawasan pemerintah daerah.
Pengamat lingkungan menilai, galian C yang tidak terkendali dapat merusak struktur tanah, menyebabkan banjir saat musim hujan, serta menurunkan kualitas hidup masyarakat sekitar. Jika tidak ditindak tegas, kerusakan ini dapat menjadi ancaman jangka panjang.
Pemerintah daerah diminta lebih serius melakukan pengawasan, melakukan penertiban izin, serta memberi edukasi kepada warga terkait bahaya dan dampak aktivitas galian C. Kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dinilai penting untuk memutus rantai persoalan yang terus berulang.
Warga berharap, polemik galian C tidak hanya menjadi isu musiman, tetapi benar-benar ditangani dengan langkah tegas dan berkelanjutan agar keseimbangan lingkungan dan kenyamanan masyarakat dapat kembali pulih.
Reina

