ITime.id – Nasional 30 November 2025 . Maraknya praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali menjadi sorotan publik. Di sejumlah daerah, aksi penimbunan ini berlangsung bebas dari pantauan aparat penegak hukum, sehingga menimbulkan keresahan mendalam di kalangan masyarakat. Pasalnya, selain merugikan warga, aktivitas tersebut juga memicu kelangkaan BBM dan kenaikan harga yang tidak wajar.
Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi di SPBU, terutama jenis Pertalite dan Solar. Ironisnya, pada waktu yang sama, ditemukan adanya gudang-gudang penyimpanan ilegal yang diduga menimbun BBM dalam jumlah besar. Warga pun mempertanyakan keseriusan aparat dalam menindak pelaku yang jelas-jelas melanggar aturan.
“Setiap pagi kami antre panjang di SPBU, tapi selalu dikatakan stok habis. Tidak lama kemudian terdengar kabar ada yang menjual eceran dengan harga jauh lebih mahal. Ini jelas merugikan kami,” ujar Arif, warga salah satu kawasan yang terdampak.
Para pengamat energi menyebutkan bahwa penimbunan BBM umumnya dilakukan oleh oknum yang mencoba meraih keuntungan besar di tengah tingginya kebutuhan masyarakat. Celah pengawasan yang lemah, serta minimnya tindakan tegas, dianggap sebagai faktor utama suburnya praktik tersebut.
Pihak kepolisian dan instansi terkait pun didesak untuk bertindak lebih konkret, mulai dari melakukan inspeksi mendadak, pengawasan distribusi, hingga menindak tegas pelaku yang terlibat. Masyarakat menilai bahwa tanpa langkah hukum yang jelas, praktik penimbunan akan terus berulang dan menekan ekonomi warga kecil.
Pemerintah pusat juga diminta meningkatkan koordinasi dengan daerah untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan sesuai ketentuan. Transparansi pasokan, digitalisasi pengawasan, serta pemberantasan mafia BBM menjadi langkah yang diharapkan publik demi menciptakan keadilan energi.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih terasa, warga berharap pemerintah segera menindaklanjuti permasalahan ini agar kebutuhan BBM tetap terpenuhi dan tidak lagi dijadikan komoditas permainan oknum tertentu.
Reina

