iTime.id — Nasional 30 November 2025 .Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap bahan pangan alami, keberadaan jamur liar yang tumbuh di lingkungan sekitar mulai dilirik sebagai alternatif sumber makanan. Namun, tidak semua jamur aman dikonsumsi. Beberapa jenis justru tergolong beracun dan dapat membahayakan kesehatan, bahkan menyebabkan kematian. Oleh karena itu, pemahaman mengenai perbedaan jamur konsumsi dan jamur beracun menjadi semakin penting.
Jamur liar biasanya tumbuh di tempat lembap seperti pekarangan rumah, hutan kecil, ladang, hingga area sekitar pohon tumbang. Di beberapa daerah, masyarakat terbiasa memetik jamur liar sebagai bahan masakan tradisional. Namun tanpa pengetahuan yang cukup, kebiasaan ini dapat berisiko.
Beberapa jenis jamur liar yang umum ditemukan dan sering dianggap aman dikonsumsi antara lain jamur tiram liar, jamur merang liar, dan jamur kuping. Meski demikian, bentuk jamur yang mirip tidak selalu berarti sama. Banyak jamur beracun yang memiliki kemiripan bentuk maupun warna dengan jamur konsumsi.
Jamur beracun seperti Amanita phalloides atau yang sering disebut “death cap” dikenal sangat mematikan meski hanya dikonsumsi sedikit. Ada juga jamur yang menyebabkan pusing, muntah, hingga gangguan pada organ hati dan ginjal. Ciri-ciri jamur beracun biasanya meliputi:
- Warna mencolok atau terlalu cerah
- Memiliki cincin pada batang
- Mengeluarkan bau tajam atau menyengat
- Permukaan topi jamur berlendir
- Tumbuh di lokasi yang tidak umum seperti dekat sampah atau limbah
Namun para ahli mengingatkan bahwa ciri-ciri tersebut tidak bisa dijadikan patokan mutlak. Banyak jamur beracun yang berwarna netral dan tampak “aman”.
Pakar biologi dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan memetik jamur liar tanpa mengetahui jenisnya. Pendidikan mengenai identifikasi jamur harus diperkuat, termasuk melalui kelompok tani, komunitas pecinta alam, dan media informasi lokal.
Di beberapa wilayah, kasus keracunan jamur liar masih kerap terjadi setiap tahun, terutama saat musim hujan ketika pertumbuhan jamur meningkat pesat.
Agar terhindar dari risiko, berikut pedoman yang disarankan:
- Jangan mengonsumsi jamur liar jika tidak yakin jenisnya.
- Hindari jamur dengan bentuk terlalu unik, bercincin, atau berwarna mencolok.
- Jangan memetik jamur yang tumbuh di area tercemar.
- Konsultasikan dengan ahli mikologi lokal atau komunitas pecinta jamur.
- Jika ragu, lebih baik tidak dimakan.
Jamur liar memang kaya nutrisi dan dapat menjadi sumber pangan alami. Namun, tanpa pengetahuan yang tepat, keberadaannya bisa berubah menjadi ancaman. Masyarakat diharapkan lebih waspada serta meningkatkan pemahaman agar tidak tertipu oleh kemiripan bentuk antara jamur konsumsi dan jamur beracun. Edukasi publik menjadi kunci untuk mencegah kasus keracunan dan memastikan keamanan pangan di lingkungan sekitar kita.
Reina

