ITime.id – Jakarta 30 November 2025 Pesatnya perkembangan platform penjualan berbasis online dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan besar pada pola transaksi masyarakat Indonesia. Namun, di balik kemudahan dan efisiensi yang ditawarkan, muncul kekhawatiran bahwa pelaku usaha menengah—yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal—semakin tersudut oleh kerasnya persaingan digital.
Di berbagai daerah, para pedagang menengah mulai merasakan penurunan omzet sejak sistem dagang online dengan harga miring dan layanan cepat mendominasi pasar. Platform e-commerce raksasa yang menawarkan promo besar-besaran, sistem cashback, serta pengiriman instan membuat konsumen lebih memilih berbelanja melalui ponsel daripada toko fisik.
“Dulu pelanggan kami ramai, tapi sekarang hampir separuh beralih belanja di aplikasi. Kami sulit bersaing dengan harga dan promo dari platform besar,” ujar Sari, pemilik toko pakaian menengah di Yogyakarta.
Selain persoalan harga, kemampuan teknologi juga menjadi tantangan besar. Banyak pelaku usaha menengah belum sepenuhnya siap beradaptasi dengan ekosistem digital yang menuntut strategi pemasaran, optimasi toko online, hingga manajemen logistik yang lebih kompleks.
Pengamat ekonomi digital, R. Doni Prasetyo, menjelaskan bahwa fenomena ini wajar namun perlu intervensi kebijakan. “Jika dibiarkan, pelaku usaha menengah bisa kehilangan posisi strategisnya. Pemerintah perlu memperkuat pelatihan digitalisasi, memberikan akses modal, dan memfasilitasi integrasi UMKM ke platform online secara berkelanjutan.”
Di sisi lain, sejumlah program pemerintah mengenai digitalisasi UMKM sebenarnya terus berjalan, namun pelaku di lapangan menilai implementasinya masih belum merata. Banyak daerah yang masih minim pendampingan, sehingga pelaku usaha menengah tertinggal dalam kompetisi.
Meski berbagai tantangan menghadang, sebagian pedagang menengah mulai mencoba merambah pasar online secara mandiri. Mereka memanfaatkan media sosial, marketplace kecil, hingga layanan pesan antar untuk kembali bersaing.
“Tidak ada pilihan lain. Kami harus ikut masuk ke online supaya tetap bertahan,” ujar Taufik, penjual sepatu lokal yang kini memasarkan produknya melalui platform digital.
Gelombang digitalisasi memang memberi peluang besar, namun tanpa strategi pemberdayaan yang kuat, sektor perdagangan menengah dikhawatirkan mengalami penurunan signifikan. Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, platform e-commerce, dan pelaku usaha menjadi kunci agar transformasi digital tidak hanya menguntungkan pihak besar, tetapi juga memberdayakan pedagang menengah sebagai bagian penting ekonomi Indonesia.
Reina

