ITime.id —2 Desember 2025 . Memasuki puncak musim hujan yang kini terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, pola konsumsi masyarakat mengalami pergeseran signifikan. Kuliner hangat dan berkuah mendominasi pesanan harian di berbagai kota. Mulai dari bakso, soto, seblak, hingga wedang jahe, semuanya menjadi buruan utama untuk menghangatkan tubuh di tengah cuaca dingin yang tak menentu.

Lonjakan Pesanan hingga Dua Kali Lipat
Bagi para pedagang kuliner, musim hujan bukan hanya tantangan soal lokasi berjualan, tetapi juga peluang besar. Banyak di antara mereka mengaku merasakan peningkatan tajam dalam jumlah pembeli, baik offline maupun melalui aplikasi pesan-antar.
“Dalam seminggu terakhir, sejak hujan setiap sore, permintaan bakso naik dua kali lipat. Bahkan saya harus menambah stok daging,” ujar Rudi Gunawan, pedagang bakso di Depok, saat ditemui itime.id.
Tren serupa juga dirasakan penjual soto, mi ayam, dan makanan berkuah lainnya. Kondisi udara yang lebih dingin otomatis membuat masyarakat mencari makanan yang memberi rasa nyaman dan menghangatkan.
Minuman Tradisional Kembali Naik Daun
Selain makanan, minuman berbasis rempah seperti wedang jahe, sekoteng, bandrek, dan bajigur kembali menjadi primadona. Penjual di beberapa kota mencatat meningkatnya pembeli dari kalangan anak muda, yang sebelumnya lebih banyak menyukai minuman modern.
“Sekarang anak-anak muda mulai datang lagi pesan sekoteng. Katanya lebih enak diminum pas hujan daripada kopi susu biasa,” ungkap Bu Wati, penjual minuman rempah di Bandung.
Minuman tradisional kini bahkan viral di media sosial berkat unggahan pengguna yang mencari “comfort drink” saat hujan turun.
Kuliner Pedas: Sensasi Hangat dari Cabai
Selain yang berkuah, makanan pedas justru mengalami peningkatan peminat yang cukup drastis. Menu seperti seblak, mi pedas, ayam geprek level tinggi, dan bakso mercon tak pernah sepi.
Psikolog kuliner dari Jakarta, Rifka Pratiwi, menjelaskan bahwa sensasi pedas memicu tubuh melepaskan hormon endorfin dan meningkatkan aliran darah, sehingga memberi efek hangat dan nyaman.
“Karena itu, makanan pedas terasa lebih nikmat saat cuaca dingin,” ujarnya.
Menu Rumahan Paling Dicari: Sup Ayam hingga Sop Buntut
Tak hanya makanan di luar rumah, pencarian resep masakan hangat ikut meningkat. Berdasarkan data tren kuliner daring, menu rumahan seperti sup ayam jahe, sop buntut, rawon, dan sayur sop menjadi pilihan banyak keluarga untuk disantap bersama.
“Kalau hujan, anak-anak selalu minta sup hangat. Jadinya hampir setiap dua hari saya masak sup atau soto,” kata Lia, ibu rumah tangga asal Yogyakarta.
Momentum hujan kerap menjadi waktu berkumpul yang hangat di meja makan keluarga.
Pedagang Kuliner Menyusun Strategi Musim Hujan
Meskipun penjualan meningkat, musim hujan membawa tantangan tersendiri: akses jalan becek, pelanggan yang malas keluar rumah, hingga risiko stok bahan baku yang cepat habis.
Banyak pedagang kini mengandalkan aplikasi pemesanan online untuk memaksimalkan penjualan.
“Kalau dulu menunggu pelanggan yang lewat, sekarang hampir 70% pesanan lewat online,” kata Yudi, penjual soto di Jakarta Timur.
Beberapa pedagang juga menambah jam operasional sore ke malam hari, menyesuaikan waktu turunnya hujan yang biasanya terjadi di sore hari.
Kenapa Kuliner Hangat Selalu Menjadi Primadona?
Menurut pakar nutrisi, makanan panas dan rempah memiliki manfaat fisiologis yang membantu tubuh beradaptasi saat suhu menurun. Jahe, kayu manis, serai, dan lada memiliki sifat termogenik yang mampu menghangatkan tubuh dari dalam.
Selain itu, faktor psikologis juga berpengaruh. Makanan hangat sering dianggap sebagai “comfort food” yang memberi rasa aman dan nostalgia, especially saat kondisi cuaca tidak bersahabat.
Musim Hujan Masih Panjang, Pelaku Kuliner Siap Panen Berkah
Dengan prakiraan hujan yang masih akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan, para pedagang kuliner optimis penjualan akan tetap stabil.
Musim hujan, yang sering kali identik dengan keterbatasan aktivitas luar rumah, rupanya membawa rezeki tersendiri bagi pelaku usaha kuliner. Bagi masyarakat, tak ada yang lebih menyenangkan selain menikmati semangkuk hidangan panas sambil mendengar suara rintik hujan.
Reina

