itime.id – Jakarta. 2 Desember 2025 .
Dunia olahraga tidak selalu identik dengan lapangan umum atau fasilitas yang mudah dijangkau masyarakat. Sebagian kegiatan olahraga justru dikenal sebagai aktivitas berbiaya tinggi dan menjadi simbol prestise bagi kalangan tertentu. Mulai dari peralatan, perawatan, pelatih profesional hingga biaya keanggotaan eksklusif, menjadikan olahraga-olahraga ini hanya digemari oleh kelompok berpenghasilan besar.

1. Berkuda & Equestrian: Biaya Perawatan Menembus Puluhan Juta
Olahraga berkuda dan equestrian masih menjadi yang paling identik dengan kalangan elite.
Harga seekor kuda berkualitas bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, belum termasuk biaya kandang, pakan, pelatih, dan perawatan medis yang bisa mencapai puluhan juta per bulan.
Olahraga ini diminati kalangan pejabat, pengusaha, hingga keluarga bangsawan karena dianggap mewakili kelas sosial dan gaya hidup berkelas.
2. Golf: Keanggotaan Klub Mewah Miliki Biaya Fantastis
Golf dikenal luas sebagai olahraga favorit profesional, pejabat tinggi, dan kalangan elite.
Biaya membership di klub-klub ternama di Indonesia dapat mencapai Rp 300 juta hingga lebih dari Rp 1 miliar. Selain itu, perlengkapan golf hingga sewa lapangan juga membutuhkan biaya besar.
Popularitas golf meningkat karena dianggap sebagai tempat membangun relasi bisnis sekaligus simbol prestise.
3. Polo: Olahraga Kelas Kerajaan
Polo sering disebut sebagai salah satu olahraga termahal di dunia.
Biaya utama berasal dari perawatan kuda khusus polo, pelatih profesional, serta penggunaan arena khusus. Tidak heran bila olahraga ini hanya digeluti oleh kalangan bangsawan dan pebisnis kelas premium.
4. Balap Perahu Layar & Yacht Racing: Hobi Miliarder
Perahu layar dan yacht racing menjadi olahraga yang nyaris tidak tersentuh masyarakat umum.
Harga kapal, biaya perawatan mesin, sewa marina, serta kru profesional membuat olahraga ini hanya digemari miliarder dunia. Di Indonesia, peminatnya masih sangat terbatas dan terpusat di kawasan elit dengan akses dermaga pribadi.
Peminat olahraga-olahraga ini mayoritas berasal dari:
- Pebisnis besar
- Pejabat tinggi
- Keluarga bangsawan
- Profesional dengan pendapatan premium
Mereka tidak hanya mengejar kesehatan, tetapi juga networking, gaya hidup, dan simbol status sosial.
Fenomena olahraga premium menunjukkan bahwa dunia olahraga tidak selalu egaliter. Sebagian olahraga tetap menjadi ruang eksklusif bagi golongan tertentu karena mahalnya biaya yang menyertai aktivitas tersebut. Namun di sisi lain, kehadiran olahraga elite ini ikut menggerakkan industri ekonomi kreatif, pariwisata, hingga properti kelas atas di Indonesia.
Reina

