ITime.id –2 Desember 2025 . Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui berbagai program, kebijakan, dan fasilitas pelayanan yang semakin merata. Upaya ini menjadi fokus utama mengingat kebutuhan layanan kesehatan yang layak dan mudah dijangkau merupakan hak dasar seluruh warga negara.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat dan daerah telah memperkuat kolaborasi untuk memperluas pelayanan kesehatan, mulai dari pembenahan puskesmas, peningkatan gizi masyarakat, hingga penguatan sistem penanganan penyakit menular dan tidak menular.
Sejumlah daerah melaporkan peningkatan sarana dan prasarana kesehatan, terutama puskesmas yang kini dilengkapi tenaga medis lebih lengkap dan peralatan yang memadai. Pemerintah juga mendorong renovasi dan pembangunan rumah sakit rujukan baru untuk meningkatkan layanan spesialis.
Selain itu, program Mobile Clinic yang dihadirkan di sejumlah wilayah terpencil menjadi solusi cepat untuk menjangkau warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus menggencarkan program promotif dan preventif, seperti kampanye hidup sehat, gerakan masyarakat sehat (Germas), serta edukasi gizi untuk anak dan ibu hamil. Upaya ini dinilai efektif menekan angka stunting dan penyakit kronis yang kerap menyerang usia produktif.
Edukasi kesehatan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan kader posyandu dan perangkat desa, sehingga informasi mengenai imunisasi, pola makan sehat, dan kebersihan lingkungan dapat diterima secara langsung oleh masyarakat.
BPJS Kesehatan menjadi salah satu program pemerintah yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hingga kini, cakupan kepesertaan program JKN terus meningkat dan memudahkan warga dalam mendapatkan layanan kesehatan dengan biaya yang lebih terjangkau.
Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga tidak mampu melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai dari APBN.
Menekan angka kematian ibu dan bayi menjadi prioritas pemerintah. Program pemeriksaan rutin kehamilan, persalinan aman, serta pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan melalui posyandu, puskesmas, dan rumah sakit daerah. Kolaborasi antara bidan desa dan tenaga medis menjadi kunci keberhasilan layanan kesehatan ibu dan anak, terutama di wilayah pedesaan.
Digitalisasi layanan kesehatan kini menjadi langkah penting pemerintah. Sistem rekam medis elektronik, aplikasi layanan administrasi kesehatan, hingga telemedicine mulai diterapkan di berbagai fasilitas kesehatan untuk mempercepat pelayanan dan mempermudah masyarakat mendapatkan konsultasi dokter.
Meski banyak capaian positif, masyarakat berharap pemerintah terus memperkuat pemerataan tenaga medis, terutama di daerah terpencil yang masih kekurangan dokter dan perawat. Selain itu, peningkatan kualitas layanan dan transparansi anggaran kesehatan juga menjadi tuntutan warga untuk memastikan akses kesehatan yang merata dan berkualitas.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, peran pemerintah dalam membangun kesehatan masyarakat dinilai semakin terasa dan memberikan dampak nyata dalam peningkatan kualitas hidup warga di seluruh Indonesia.
Reina

