ITime.id — 2 Desember 2025 . Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pertanian berkelanjutan, pupuk kandang kembali menjadi primadona di kalangan petani dan peternak. Sebagai pupuk organik, bahan alami ini tidak hanya membantu meningkatkan kesuburan tanah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi para peternak yang selama ini sering kewalahan mengelola limbah ternak.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren pertanian organik tumbuh signifikan di berbagai daerah Indonesia. Hal ini ikut mendongkrak kebutuhan pupuk alami, terutama pupuk kandang dari sapi, kambing, ayam, dan kerbau.
Sejumlah peternak di Jawa Tengah dan Jawa Timur mengaku kini mulai merasakan manfaat ekonomi baru. Limbah kotoran yang sebelumnya dianggap masalah, kini menjadi komoditas bernilai jual tinggi.
“Dulu kotoran kandang hanya menumpuk. Sekarang banyak petani yang datang membeli karena mereka butuh pupuk organik untuk sayuran dan padi,” ujar Rasyid, salah satu peternak sapi di daerah Boyolali.
Pupuk kandang dikenal mampu memperbaiki struktur tanah yang keras, meningkatkan kapasitas air, dan mengembalikan unsur hara secara alami. Tidak seperti pupuk kimia yang berpotensi menimbulkan penurunan kesuburan jika digunakan berlebihan, pupuk kandang justru membantu menjaga ekosistem tanah tetap sehat.
Para ahli pertanian menilai penggunaan pupuk organik dapat menekan risiko degradasi tanah serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang harganya sering melonjak.
Selain membantu mengurangi limbah, pupuk kandang kini menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Dengan proses fermentasi sederhana, peternak dapat menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi yang siap dipasarkan.
Harga pupuk kandang yang telah difermentasi bahkan bisa meningkat 2–3 kali lipat dibanding pupuk segar. Beberapa kelompok peternak mulai membentuk koperasi kecil untuk memproduksi pupuk organik dalam jumlah besar, baik untuk pasar lokal maupun luar daerah.
Sejumlah dinas pertanian daerah ikut mendorong penggunaan pupuk organik sebagai bagian dari program pertanian berkelanjutan. Pelatihan pembuatan pupuk kandang fermentasi, bantuan alat pencacah, serta pembentukan kelompok usaha menjadi langkah yang terus digencarkan.
Pemerintah berharap pemanfaatan pupuk kandang dapat menjadi solusi ganda: mengurangi limbah peternakan sekaligus meningkatkan produksi pertanian secara alami.
Dengan manfaat ganda bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat, pupuk kandang kini bukan sekadar limbah, tetapi menjadi aset penting dalam sistem pertanian modern. Jika terus dikelola dengan baik, pupuk organik dari peternakan dapat menjadi pilar utama bagi pertanian hijau yang berkelanjutan di Indonesia.
Reina

