ITine. Id 4Desember 2025 .Jakarta — Dalam satu dekade terakhir, sektor transportasi di Indonesia mengalami perubahan besar akibat hadirnya layanan transportasi online. Transformasi ini menimbulkan persaingan yang semakin ketat dengan moda transportasi umum konvensional seperti angkot, bus kota, ojek pangkalan, dan taksi reguler.

Kehadiran transportasi online membawa kemudahan baru bagi masyarakat. Dengan aplikasi smartphone, pengguna dapat memesan kendaraan, memantau lokasi pengemudi, hingga mengetahui perkiraan biaya perjalanan secara transparan. Hal ini menjadikan layanan online dianggap lebih praktis, cepat, dan nyaman.
Namun, di sisi lain, kehadiran transportasi online juga memicu tantangan besar bagi transportasi umum tradisional. Banyak pengemudi angkot dan ojek pangkalan mengeluhkan menurunnya jumlah penumpang secara signifikan dalam lima tahun terakhir. Tarif dinamis dan sistem promo dari perusahaan aplikasi membuat transportasi online lebih kompetitif dan seringkali lebih murah dibandingkan moda konvensional.
Pemerhati kebijakan transportasi, Rizky Handoko, menyebut bahwa persaingan ini sebenarnya dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk membenahi sistem transportasi nasional. “Transportasi umum harus bertransformasi agar tidak ditinggalkan. Modernisasi armada, integrasi rute, perbaikan layanan, dan penggunaan sistem digital menjadi kebutuhan mendesak,” ujarnya.
Di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, pemerintah mulai merespons dengan menghadirkan transportasi umum terintegrasi, seperti Transjakarta, LRT, MRT, dan bus rapid transit lainnya. Upaya ini dinilai sebagai langkah positif agar transportasi umum tetap relevan dan menjadi pilihan utama.
Meski demikian, transportasi online tetap memiliki basis pengguna yang kuat, terutama kalangan pekerja muda dan masyarakat dengan mobilitas tinggi. Fleksibilitas layanan, kecepatan, serta kemudahan pembayaran digital menjadi daya tarik utama.
Pemerintah menegaskan perlunya regulasi yang adil dan seimbang untuk mengatur kedua sektor tersebut. Tujuannya agar persaingan berlangsung sehat, tanpa merugikan salah satu pihak maupun masyarakat pengguna.
Dengan perkembangan teknologi yang terus melaju, masa depan transportasi Indonesia diprediksi akan semakin mengarah pada sistem yang terintegrasi, efisien, dan berbasis digital. Tantangannya kini berada pada bagaimana pemerintah, operator transportasi umum, dan perusahaan layanan online dapat berkolaborasi untuk menghadirkan layanan yang aman, terjangkau, dan nyaman bagi semua lapisan masyarakat.
Reina
