ITime. Id Indonesia 5Desember 2025 . Sejumlah wilayah di Indonesia mulai dilaporkan mengalami fenomena suara ekstrem yang bersumber dari hembusan angin kencang, gesekan pepohonan, hingga gelombang laut tinggi yang menimbulkan bunyi tidak biasa. Kondisi ini terjadi seiring perubahan cuaca yang semakin tidak menentu, terutama memasuki musim penghujan dan puncak potensi bencana hidrometeorologi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa suara-suara ekstrem yang terdengar beberapa hari terakhir dapat menjadi indikasi cuaca buruk, seperti angin kencang, badai lokal, hingga potensi puting beliung.
“Masyarakat perlu waspada. Suara angin yang keras, dentuman alami, atau bunyi gelombang yang tidak biasa merupakan sinyal alam yang patut diperhatikan,” ujar BMKG dalam rilis resminya. Fenomena ini bisa menandakan peningkatan tekanan udara, perubahan angin secara tiba-tiba, dan potensi bencana di sekitar permukiman.
Warga Harus Tanggap Bencana
Pemerintah daerah dan aparat penanggulangan bencana menekankan pentingnya tanggap darurat di tingkat masyarakat. Sejumlah langkah antisipatif yang diminta untuk dilakukan warga antara lain:
- Mengamankan barang-barang di luar rumah seperti kanopi, papan reklame kecil, atau perkakas yang mudah terbang tertiup angin.
- Menghindari pohon besar atau bangunan yang sudah terlihat rapuh saat terjadi angin kencang.
- Mewaspadai listrik padam atau korsleting saat hujan lebat disertai angin ekstrem.
- Memantau informasi resmi dari BPBD dan BMKG secara berkala.
- Menyiapkan tas siaga bencana, termasuk obat, senter, dokumen penting, dan perlengkapan darurat lainnya.
Di beberapa provinsi, pemerintah juga mulai menyiagakan posko terpadu serta meningkatkan patroli di wilayah rawan longsor, banjir bandang, dan angin puting beliung. Edukasi bencana kepada warga akan terus digencarkan.
BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Berlanjut
BMKG memprediksi bahwa kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa minggu ke depan, terutama di wilayah pesisir, dataran tinggi, dan daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana hidrometeorologi tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Setiap tanda alam harus diperhatikan dan dilaporkan jika mengarah pada potensi bahaya,” tegas BMKG.
Dengan meningkatnya intensitas perubahan cuaca, kewaspadaan warga diharapkan dapat mengurangi risiko dan meminimalkan dampak bencana di berbagai daerah.
Reina

