ITime.id – Sumatra & Aceh, 6 Desember 2025
Upaya penanggulangan bencana alam di berbagai wilayah Sumatra dan Aceh semakin intens seiring meningkatnya kebutuhan para penyintas. Rentetan bencana berupa banjir bandang, tanah longsor, gempa dangkal, hingga cuaca ekstrem melanda sejumlah kabupaten dalam dua pekan terakhir, membuat ribuan warga terpaksa mengungsi dan membutuhkan suplai logistik cepat.

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, lembaga kemanusiaan, dan relawan lokal kini bekerja tanpa henti selama 24 jam untuk memastikan bantuan tersebar merata, terutama ke daerah yang masih sulit dijangkau.
BNPB Kerahkan Bantuan Tahap Kedua dan Ketiga
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi mengirimkan bantuan logistik tahap kedua dan ketiga setelah menerima laporan peningkatan titik pengungsian di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
Bantuan yang dikirim meliputi:
- 2.500 paket makanan siap saji
- 1.800 makanan anak dan tambahan gizi
- 1.200 selimut dan matras
- 600 tenda keluarga dan tenda serbaguna
- 500 hygiene kit
- 40 unit genset dan lampu sorot portabel
- Obat-obatan darurat dan perlengkapan P3K
Semua logistik diberangkatkan dari Jakarta, Padang, Medan, dan Banda Aceh, lalu dipusatkan di tiga pos induk provinsi sebelum diteruskan ke pos kabupaten.
BNPB menegaskan bahwa pendataan kebutuhan terus diperbarui real-time agar tidak terjadi penumpukan barang di satu lokasi maupun kekosongan di titik pengungsian lain.
TNI-Polri Buka Jalur Terisolasi dan Distribusi via Udara
Beberapa wilayah yang terkena banjir dan longsor sempat terputus total karena akses darat tertutup material tanah dan pohon tumbang.
TNI-Polri bersama tim SAR gabungan menurunkan kekuatan besar untuk membuka jalur tersebut.
Langkah-langkah yang dilakukan:
1. Evakuasi dan distribusi menggunakan helikopter
- Bantuan udara difokuskan ke daerah Aceh Tengah, Pidie, dan beberapa kecamatan di Sumatra Barat yang masih terisolasi.
- Helikopter BNPB dan Polri melakukan air dropping untuk pengungsi yang belum dapat dijangkau lewat darat.
2. Kendaraan taktis dan perahu karet
- Digunakan untuk menembus daerah dengan jalan berlumpur dan kawasan yang terendam banjir.
- Tim juga mengevakuasi lansia, balita, dan ibu hamil ke lokasi aman.
3. Pembersihan jalur utama
- Alat berat dikerahkan untuk membersihkan longsor di jalur lintas provinsi.
- Prioritas diberikan pada akses menuju posko pengungsian dan rumah sakit.
Pemerintah Daerah Perkuat Koordinasi dan Fokus pada Kebutuhan Mendesak
Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terdampak kini memperkuat koordinasi lintas instansi.
Sejumlah rapat darurat digelar untuk memetakan kebutuhan mendesak, antara lain:
- Air bersih karena banyak sumur dan instalasi air warga rusak
- Bahan pangan harian seperti beras, mi instan, sarden, dan minyak goreng
- Perlengkapan bayi termasuk susu formula dan popok
- Obat-obatan dasar terutama untuk penyakit kulit, diare, dan ISPA
- Penerangan darurat akibat padamnya listrik di sejumlah titik
Beberapa pemerintah daerah juga membuka pusat informasi warga untuk memastikan arus data dan laporan tetap tertib.
Relawan dan Organisasi Kemanusiaan Dirikan Dapur Umum
Ratusan relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan ikut membantu pemerintah dengan mendirikan:
- Dapur umum lapangan yang menyiapkan 1.000–2.000 porsi per hari
- Pos kesehatan dengan tenaga medis sukarela
- Pos penyuluhan psikososial untuk anak dan lansia
- Unit tracing untuk mencari warga yang dilaporkan hilang
Di Aceh, sejumlah pesantren dan lembaga lokal turut membuka aula dan halaman mereka sebagai tempat pengungsian sementara.
Partisipasi Publik Meningkat: Dari Donasi hingga Pengiriman Relawan
Solidaritas masyarakat Indonesia kembali terlihat kuat.
Sejumlah komunitas dan yayasan menggalang donasi:
- Baju layak pakai
- Sembako
- Air mineral
- Roti dan makanan cepat saji
- Selimut dan kebutuhan khusus perempuan
Donasi dikumpulkan di titik posko kota besar seperti Padang, Medan, Pekanbaru, dan Banda Aceh.
Sebagian warga juga menawarkan kendaraan pribadi sebagai armada distribusi.
Bank daerah, lembaga zakat, hingga perusahaan swasta turut mengirimkan CSR bantuan bencana, termasuk ratusan paket sembako dan obat-obatan.
Kondisi Pengungsi: Kebutuhan Bertambah, Cuaca Masih Tidak Stabil
Hingga kini, jumlah pengungsi masih bertambah karena hujan deras masih turun di beberapa titik Sumatra dan Aceh.
Beberapa pengungsi mengaku membutuhkan:
- Lokasi tidur yang lebih layak
- Selimut tambahan
- Fasilitas mandi dan toilet darurat
- Bantuan pendidikan sementara untuk anak-anak
Pos layanan kesehatan juga mulai melaporkan peningkatan keluhan ISPA, batuk, dan penyakit kulit akibat cuaca lembap..
Reina

