ITime.id – Madura,7Desember 2025 . Jawa Timur Madura kembali menampilkan potret kehidupan masyarakat pesisirnya yang penuh perjuangan. Para nelayan di sepanjang pantai Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep terus bertahan di tengah berbagai tantangan, menjaga tradisi bahari sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga di tengah dinamika ekonomi yang tidak menentu.

Rutinitas yang Dimulai Sebelum Fajar
Suasana pantai Madura mulai ramai sejak dini hari. Para nelayan bergegas menyiapkan perahu jukung berwarna-warni, memasang alat tangkap, dan memeriksa kondisi angin sebelum turun ke laut.
Mereka berangkat sekitar pukul 02.00–03.00 WIB, ketika gelap masih menyelimuti laut. Tangkapan seperti ikan tongkol, kerapu, tenggiri, cumi-cumi hingga rajungan menjadi andalan yang menentukan pendapatan harian.
“Kami berangkat sebelum matahari terbit. Kalau rezeki lagi bagus, bisa dapat cukup untuk kebutuhan keluarga,” ujar seorang nelayan di kawasan Pamekasan.
Cuaca Ekstrem Jadi Ancaman Utama
Kondisi laut yang mudah berubah menjadi tantangan paling berat. Musim angin barat membawa gelombang tinggi yang sangat berisiko bagi nelayan kecil. Bahkan tak jarang mereka memilih tidak melaut selama beberapa hari demi keselamatan.
Di saat seperti itu, pemasukan berhenti total, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan.
Harga Ikan Tak Menentu
Di sejumlah pasar ikan tradisional Madura, harga jual yang sering turun saat musim panen membuat nelayan semakin sulit menabung. Biaya operasional seperti solar, perawatan mesin, hingga alat tangkap juga terus meningkat.
“Kadang hasil banyak, tapi harga justru turun. Kami tidak bisa mengatur pasar,” keluh nelayan di daerah Sumenep.
Generasi Muda Mulai Menjauh dari Laut
Selain tantangan ekonomi, nelayan Madura menghadapi kekhawatiran terhadap regenerasi. Banyak anak nelayan memilih pekerjaan lain di kota karena melihat profesi ini penuh risiko dan tidak stabil.
Padahal, budaya bahari Madura menyimpan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun, mulai dari teknik pelayaran tradisional hingga cara membaca tanda-tanda alam.
Harapan pada Pemerintah: Dukungan yang Lebih Nyata
Para nelayan berharap adanya perhatian yang lebih komprehensif, seperti:
- Subsidi solar dan alat tangkap ramah lingkungan
- Revitalisasi pelabuhan rakyat dan tempat pelelangan ikan
- Pelatihan pengolahan hasil laut untuk meningkatkan nilai jual
- Stabilisasi harga ikan di pasar lokal
Langkah-langkah tersebut dinilai dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut Madura.
Bertahan dengan Semangat Pantang Menyerah
Meski dihadapkan pada cuaca ekstrem, ketidakstabilan harga, hingga minimnya minat generasi muda, para nelayan Madura tetap menunjukkan semangat tinggi. Laut bagi mereka bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi bagian penting dari identitas dan budaya mereka.
Selama perahu terus berlayar, kisah keteguhan hati para nelayan pesisir Madura akan selalu hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Reina

