ITime .id 8 Desember 2025 .JAWA TENGAH Industri pertanian bunga kembali menjadi salah satu sektor yang memberikan andil terbesar dalam menggerakkan ekonomi Jawa Tengah sepanjang 2025. Sejumlah sentra seperti Bandungan, Ambarawa, Kopeng, Tegal, dan Magelang mengalami peningkatan aktivitas ekonomi yang signifikan, baik dari sisi produksi maupun distribusi.

Lonjakan permintaan bunga potong dan bunga hias menjelang libur panjang, perayaan akhir tahun, festival daerah, serta meningkatnya industri dekorasi menjadi faktor utama yang membuat para petani meraup keuntungan lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Permintaan Pasar Meningkat Hingga 35%
Data kelompok tani menunjukkan peningkatan permintaan mencapai 30–35% sejak pertengahan 2025. Komoditas unggulan seperti krisan, mawar, lily, dahlia, dan aster mendominasi penjualan pasar lokal maupun luar daerah.
“Bunga dari Jawa Tengah punya kualitas bagus, warnanya cerah, dan daya tahan lama. Ini yang membuat banyak dekorator dan event organizer lebih memilih pasokan dari sini,” ujar Sutarmo, salah satu petani bunga dari Bandungan.
Selain kebutuhan dekorasi pernikahan dan acara resmi, meningkatnya minat masyarakat terhadap bunga hias rumahan dan taman minimalis juga berkontribusi pada naiknya permintaan.

Petani Rasakan Dampak Ekonomi Secara Langsung
Para petani mengakui bahwa keuntungan hasil panen bunga tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu. Dengan sistem panen yang bisa dilakukan beberapa kali dalam sebulan, penghasilan mereka relatif stabil.
Beberapa catatan dari lapangan:
- Pendapatan naik 20–40%, terutama pada komoditas krisan dan mawar.
- Harga bunga stabil meski permintaan tinggi, sebab distribusi sudah tertata.
- Petani mampu membuka lapangan kerja musiman bagi warga sekitar saat masa panen dan sortir bunga.
“Sekarang anak-anak muda juga mulai ikut bertani bunga. Karena hasilnya terlihat dan pasarnya luas,” ujar salah satu ketua kelompok tani di Ambarawa.
Sektor Pendukung Ikut Tumbuh: Transportasi, Pasar, hingga UMKM
Kebangkitan industri bunga membuat banyak sektor lain ikut bergerak:
1. Transportasi dan logistik
Armada pengangkut bunga ke Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali kini bekerja lebih intens, terutama menjelang akhir pekan dan musim liburan.
2. Pasar dan pengepul
Aktivitas di pasar bunga Ambarawa dan Bandungan meningkat tajam, terutama pada dini hari ketika pedagang dari luar kota datang mengambil pasokan.
3. UMKM kreatif
Kerajinan bunga kering, buket, dan rangkaian dekorasi rumah kini menjadi alternatif usaha bagi ibu rumah tangga.
4. Pariwisata berbasis kebun bunga
Banyak desa mulai meresmikan kebun bunga sebagai destinasi foto dan wisata keluarga, yang semakin menambah pemasukan masyarakat.
Tantangan: Cuaca Ekstrem dan Biaya Produksi
Meski keuntungan meningkat, petani tetap menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait:
- Perubahan cuaca ekstrem yang dapat memicu penyakit pada tanaman.
- Biaya pupuk dan pestisida yang terus naik.
- Ketersediaan air pada musim kemarau panjang.
- Kebutuhan teknologi rumah plastik (greenhouse) yang masih terbatas karena biaya tinggi.
Para petani berharap adanya dukungan pemerintah daerah dalam bentuk bantuan bibit unggul, subsidi pupuk khusus hortikultura, serta pembangunan fasilitas irigasi tambahan.
Pemerintah Dorong Jawa Tengah sebagai Sentra Bunga Nasional
Dinas Pertanian Jawa Tengah menyebutkan bahwa kawasan dataran tinggi di provinsi ini sangat potensial untuk menjadi pusat produksi bunga nasional. Program pelatihan budidaya, bantuan peralatan, hingga promosi wisata bunga terus digencarkan.
“Tahun depan kami targetkan perluasan lahan untuk komoditas bunga hingga 10%. Potensinya besar dan permintaan nasional terus naik,” jelas salah satu pejabat dinas.
Harapan Besar di Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, petani optimistis sektor bunga akan semakin berkembang. Dengan meningkatnya tren dekorasi, maraknya event offline, dan berkembangnya wisata berbasis alam, bunga diyakini akan menjadi komoditas unggulan baru bagi Jawa Tengah.
Para petani berharap kolaborasi antara pemerintah, UMKM, dan pelaku pariwisata bisa semakin mendorong kesejahteraan masyarakat.
Reina

