ITime.id – 8Desember 2025 .Kesadaran masyarakat Indonesia dalam memenuhi kewajiban pajak terus menunjukkan peningkatan selama beberapa tahun terakhir. Tren positif ini terlihat dari naiknya tingkat pelaporan pajak tahunan, semakin banyaknya wajib pajak terdaftar, serta meningkatnya penggunaan layanan perpajakan berbasis digital yang kini tersedia di seluruh wilayah Indonesia.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menegaskan bahwa perkembangan tersebut merupakan hasil dari transformasi besar-besaran dalam sistem administrasi pajak yang kini lebih modern, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Berbagai layanan digital seperti e-filing, e-billing, serta aplikasi perpajakan daerah disebut menjadi pendorong kuat naiknya kepatuhan wajib pajak.

Dalam pernyataan resminya, pejabat DJP menyampaikan bahwa masyarakat mulai semakin memahami bahwa pajak merupakan instrumen penting dalam mendukung pembangunan nasional dan pelayanan publik. Melalui penerimaan pajak, pemerintah membiayai pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu, hingga berbagai program pemulihan ekonomi.
“Kesadaran masyarakat menunjukkan tren yang menggembirakan. Banyak warga kini memahami bahwa pajak kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan layanan publik,” ujar seorang pejabat DJP dalam keterangan tertulis.
Sosialisasi Pajak di Daerah Semakin Diperluas
Pemerintah daerah juga memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran wajib pajak. Upaya sosialisasi dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan di tingkat kecamatan dan kelurahan, pendampingan bagi pelaku UMKM, hingga pemanfaatan media digital untuk memperluas literasi perpajakan masyarakat.
Sejumlah daerah mencatat kenaikan pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebelum jatuh tempo. Selain itu, tingkat kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor juga meningkat signifikan seiring dengan hadirnya gerai layanan cepat, mobil samsat keliling, serta kemudahan pembayaran melalui aplikasi.
Upaya peningkatan literasi perpajakan ini juga menyasar generasi muda, khususnya mahasiswa dan pelajar, melalui program edukasi pajak di sekolah maupun kampus.

Tantangan: Pemerataan Pengetahuan Perpajakan
Kendati tren kepatuhan menunjukkan peningkatan, pemerintah tetap mencatat adanya tantangan di sejumlah wilayah. Di daerah pedesaan dan terpencil, masih terdapat masyarakat yang belum memahami alur pembayaran pajak, akses layanan digital, serta manfaat langsung dari kontribusi pajak.
Untuk menjawab tantangan tersebut, DJP berencana memperluas program edukasi berbasis komunitas, bekerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat. Selain itu, pemerintah terus melakukan pembaruan sistem digital agar lebih cepat, stabil, dan ramah bagi pengguna di semua lapisan masyarakat.
Harapan untuk Pembangunan Nasional
Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak diharapkan mampu memperkuat penerimaan negara sehingga pembangunan dapat berjalan lebih merata di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah menegaskan bahwa kepatuhan pajak bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa.
Dengan sistem layanan yang terus diperbaiki dan edukasi yang semakin intensif, pemerintah berharap budaya taat pajak dapat tumbuh kuat di tengah masyarakat sebagai bagian dari pembangunan jangka panjang Indonesia.
Reina

