ITime.id –9Desember 2025 . Parenting & Edukasi Perubahan perilaku dan karakter anak sering kali menjadi perhatian serius bagi orang tua. Anak yang biasanya ceria tiba-tiba menjadi pendiam, mudah marah, atau menunjukkan tingkah laku yang tidak seperti biasanya dapat mengindikasikan adanya masalah psikologis yang sedang ia hadapi.

Dalam perkembangan emosional, anak belum mampu menyampaikan tekanan batin atau rasa tidak nyamannya secara jelas. Oleh karena itu, perubahan perilaku mereka sering kali menjadi “bahasa” yang perlu dipahami oleh orang tua.
Tanda-Tanda Anak Mengalami Gangguan Psikologis
1. Menjadi Pendiam dan Menarik Diri
Anak tampak menghindari interaksi, lebih suka sendirian, atau kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasanya ia sukai.
2. Emosi Tidak Stabil
Mudah menangis, marah secara tiba-tiba, atau sangat sensitif terhadap hal-hal kecil.
3. Turun Prestasi atau Hilangnya Motivasi
Anak kehilangan fokus, malas belajar, atau tampak tidak bersemangat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
4. Perubahan Pola Tidur dan Makan
Sering sulit tidur, makan berkurang drastis atau justru berlebihan.
5. Muncul Ketakutan Baru
Takut pergi ke sekolah, takut bertemu orang tertentu, atau takut berada di tempat tertentu tanpa alasan yang jelas.

Penyebab Perubahan Perilaku Anak
Beberapa faktor yang umum menjadi pemicu perubahan psikologis pada anak di antaranya:
- Tekanan di sekolah: tugas yang menumpuk, bullying, konflik dengan teman
- Masalah di rumah: pertengkaran orang tua, kurangnya perhatian
- Perubahan lingkungan: pindah rumah atau sekolah
- Rasa tertekan karena ekspektasi berlebih
- Pengalaman traumatis atau kejadian yang menakutkan
Langkah Penanganan yang Bisa Dilakukan Orang Tua
1. Ajak Bicara dengan Cara yang Tenang dan Tidak Memaksa
Berikan ruang agar anak mau bercerita. Hindari menghakimi atau memaksa karena bisa membuat mereka semakin menutup diri.
2. Ciptakan Suasana Rumah yang Nyaman dan Aman
Anak membutuhkan rasa aman secara emosional. Minimalkan konflik dan berikan kasih sayang secara konsisten.
3. Kurangi Tekanan dan Ekspektasi Berlebihan
Biarkan anak berkembang sesuai kemampuannya. Tekanan yang tidak sesuai usia bisa berdampak besar pada psikologinya.
4. Perhatikan Lingkungan Sekitar Anak
Jika penyebabnya berasal dari sekolah atau teman sebaya, orang tua bisa berkomunikasi dengan pihak sekolah untuk mencari solusi.
5. Libatkan Ahli Psikologi Anak jika Perubahan Terjadi Berkepanjangan
Jika kondisi berlangsung lebih dari beberapa minggu, konsultasi dengan psikolog anak sangat disarankan. Melalui asesmen dan terapi, penyebabnya bisa diketahui secara jelas.
6. Tingkatkan Kualitas Kebersamaan
Luangkan waktu untuk bermain, berdiskusi, atau melakukan aktivitas yang disukai anak. Kedekatan emosional sangat membantu proses pemulihan.

Perubahan perilaku pada anak bukanlah hal yang boleh diabaikan. Setiap perubahan bisa menjadi tanda bahwa anak sedang berjuang dengan emosi atau tekanan yang tidak mampu ia ungkapkan. Dengan perhatian, komunikasi yang tepat, dan dukungan orang tua, anak dapat kembali merasa aman serta mampu mengelola emosinya dengan lebih baik.
Jika diperlukan, bantuan profesional juga sangat penting untuk memastikan perkembangan psikologis anak tetap sehat dan terpantau.
Reina

