ITime.id —9 Desember 2025 . Meningkatnya gaya hidup bebas di tengah masyarakat modern kini memunculkan kekhawatiran baru bagi banyak keluarga. Salah satu persoalan yang kerap terjadi adalah ketika seorang anak menjalin hubungan dengan calon menantu yang memiliki pergaulan bebas dan gaya hidup jauh dari batas iman, akhlak, serta norma sosial.
Fenomena ini bukan hanya memengaruhi perilaku anak, tetapi juga dapat merusak keharmonisan keluarga yang telah terjaga selama bertahun-tahun.

Perubahan Sikap Anak Mulai Terlihat
Banyak kasus menunjukkan, anak yang awalnya patuh, santun, dan dekat dengan keluarga mulai menunjukkan perubahan drastis ketika terpengaruh pasangan yang salah. Orang tua mengeluhkan beberapa perubahan berikut:
- Anak lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah.
- Sulit diajak bicara dan menjadi defensif.
- Mulai meninggalkan kewajiban agama dan norma moral.
- Meniru gaya hidup pasangannya yang cenderung bebas.
- Emosi tidak stabil dan mudah membentak orang tua.
Perubahan ini sering kali terjadi secara perlahan namun konsisten, sampai akhirnya keluarga menyadari bahwa anak telah masuk ke lingkaran pergaulan yang tidak sehat.

Dampak Serius terhadap Masa Depan
Para pengamat sosial dan konselor keluarga menyebutkan bahwa hubungan dengan pasangan yang tidak memiliki fondasi moral sering membawa risiko besar, antara lain:
- Anak terjebak gaya hidup boros dan tidak terarah.
- Hilangnya batasan dalam pergaulan, termasuk hubungan pra-nikah.
- Terlibat dalam lingkungan yang rawan narkoba, alkohol, atau tindak kekerasan.
- Keruntuhan mental dan psikologis akibat tekanan hubungan tidak sehat.
Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh anak, tetapi juga keluarga besar yang harus menanggung beban emosional, sosial, bahkan finansial.
Keharmonisan Keluarga Mulai Retak
Konflik antara orang tua dan anak menjadi masalah yang paling sering muncul. Orang tua yang menolak calon pasangan tersebut dianggap menghalangi kebahagiaan anak. Sementara anak yang sedang jatuh cinta merasa sulit menerima nasihat, sehingga hubungan menjadi renggang.
Konflik semacam ini dapat berkembang menjadi:
- Putusnya komunikasi antara anak dan orang tua.
- Pertengkaran berulang tanpa penyelesaian.
- Tekanan batin, stres, dan kecemasan di lingkungan keluarga.
- Merosotnya suasana rumah yang selama ini harmonis.
Jika dibiarkan, masalah ini dapat meninggalkan luka keluarga jangka panjang.
Peran Orang Tua dalam Menghadapi Situasi Ini
Para ahli menyarankan beberapa langkah strategis agar keluarga tidak kehilangan arah:
- Tetap tenang dan tidak langsung menghakimi.
- Bangun komunikasi yang hangat, bukan ancaman.
- Ajak anak memahami risiko pergaulan bebas secara logis dan agama.
- Kenali pasangan anak secara langsung, bukan hanya dari cerita.
- Tegaskan nilai-nilai keluarga, bahwa cinta tetap harus berada dalam batas norma dan iman.
- Minta bantuan konselor keluarga, tokoh agama, atau pihak profesional jika situasi semakin berat.
Calon menantu yang berasal dari lingkungan pergaulan bebas dapat menjadi ancaman nyata bagi akhlak anak dan keharmonisan keluarga. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran besar dalam membimbing, mengawasi, dan memberikan nasihat penuh kasih agar anak tidak terjerumus dalam hubungan yang merusak masa depannya.
Keluarga yang kuat harus tetap waspada, bersatu, dan berada dalam nilai moral serta iman agar tetap terjaga dari pengaruh negatif lingkungan luar.
Reina

