ITIME.ID MAGETAN – Warga Dukuh Watulesung, Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, digemparkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan lanjut usia yang mengapung di aliran Sungai Bengawan Madiun, Minggu (14/12/2025) siang.
Informasi yang dihimpun itime.id, jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang tengah memancing di sungai sekitar pukul 11.00 WIB. Saksi curiga setelah melihat tubuh manusia tersangkut di rumpun bambu di tengah aliran sungai.
Warga kemudian mendatangi lokasi dan menghubungi perangkat desa serta pihak keluarga. Setelah dipastikan bahwa sosok tersebut merupakan warga setempat yang sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah, kejadian itu segera dilaporkan ke aparat kepolisian.

Kapolsek Takeran, AKP Agus Sumariyono, S.H., mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan masyarakat.
“Kami menerima laporan sekitar siang hari dan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan, pemeriksaan awal, serta koordinasi lintas instansi,” ujar AKP Agus kepada itime.id.
Penanganan di lokasi melibatkan tim gabungan dari Polsek Takeran, Polsek Kebonsari, Koramil Takeran, BPBD Kabupaten Madiun, serta Tim Inafis Polres Magetan. Proses evakuasi berlangsung cukup hati-hati mengingat kondisi jenazah yang telah berada di air dalam waktu lama.
Sekitar pukul 14.05 WIB, jenazah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Dolopo, Kabupaten Madiun, untuk menjalani pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan sementara tidak menunjukkan adanya unsur pidana. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena kondisi tertentu dan terjatuh ke sungai. Namun kami tetap menunggu hasil visum resmi secara tertulis,” jelas AKP Agus.
Dari keterangan keluarga dan pemerintah desa, korban diketahui merupakan seorang perempuan lanjut usia yang mengalami penurunan daya ingat. Korban terakhir terlihat keluar rumah sejak Jumat (12/12/2025) siang dan tidak kunjung kembali.
Usai pemeriksaan medis, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut proses hukum lanjutan.
Kapolsek Takeran mengimbau masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anggota lanjut usia atau dengan kondisi khusus, agar meningkatkan pengawasan.
“Kepedulian keluarga dan lingkungan sangat penting untuk mencegah kejadian serupa, terutama terhadap lansia yang berisiko,” pungkasnya.
(Ipung)
