itime.id —16 Desember 2025 Cara orang tua mendidik dan membesarkan anak menjadi fondasi utama dalam membentuk masa depan mereka. Sayangnya, masih banyak orang tua yang tanpa disadari menerapkan pola asuh yang keliru. Kesalahan ini bukan sekadar berdampak sementara, tetapi dapat mengancam kualitas hidup anak hingga dewasa.

Pengamat pendidikan anak menilai bahwa pola asuh yang tidak tepat berpotensi merusak perkembangan emosional, mental, dan sosial anak. Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak sehat cenderung membawa luka psikologis yang sulit disembuhkan di kemudian hari.
Ragam Pola Asuh yang Perlu Diwaspadai
Beberapa bentuk pola asuh yang dinilai berbahaya bagi tumbuh kembang anak antara lain:
- Otoriter dan penuh tekanan
Orang tua menuntut anak untuk selalu patuh tanpa memberi ruang berdialog. Kondisi ini dapat memicu rasa takut, stres berkepanjangan, serta rendahnya rasa percaya diri. - Terlalu membebaskan tanpa kontrol
Anak dibiarkan menentukan segalanya sendiri tanpa aturan. Akibatnya, anak kesulitan mengenal batasan, tanggung jawab, dan disiplin diri. - Minim komunikasi dan perhatian
Kurangnya interaksi emosional antara orang tua dan anak membuat anak merasa diabaikan. Hal ini dapat berujung pada perilaku memberontak atau menarik diri dari lingkungan sosial. - Paparan gawai tanpa pendampingan
Ketergantungan teknologi sejak dini berisiko menghambat kemampuan bersosialisasi dan mengganggu kesehatan mental anak.
Dampak Serius bagi Masa Depan
Kesalahan pola asuh dapat menimbulkan efek domino dalam kehidupan anak. Mulai dari prestasi akademik yang menurun, kesulitan mengendalikan emosi, hingga gangguan perilaku saat remaja. Dalam jangka panjang, anak berpotensi mengalami kesulitan membangun hubungan yang sehat, baik dalam keluarga maupun di dunia kerja.
Tidak sedikit kasus menunjukkan bahwa pola asuh yang salah turut berkontribusi terhadap meningkatnya masalah kesehatan mental pada generasi muda.
Peran Orang Tua Sangat Menentukan
Pakar parenting menyarankan agar orang tua menerapkan pola asuh yang seimbang, tegas namun penuh empati. Komunikasi terbuka, konsistensi aturan, serta pemberian contoh yang baik menjadi kunci dalam membentuk karakter anak yang tangguh dan berakhlak.
Selain itu, orang tua diharapkan terus belajar dan beradaptasi dengan tantangan zaman, termasuk memahami pengaruh lingkungan dan teknologi terhadap perkembangan anak.
Mendidik anak bukan hanya soal memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga membangun mental dan karakter mereka. Kesalahan pola asuh yang dibiarkan berlarut-larut dapat membawa dampak fatal bagi masa depan anak. Kesadaran dan kesiapan orang tua dalam menerapkan pola asuh yang tepat menjadi investasi jangka panjang bagi lahirnya generasi yang sehat, mandiri, dan bertanggung jawab.
itime.id — Mengabarkan Fakta, Menginspirasi Generasi
Reina

