Itime. Kebumen – Kontroversi terkait penjaringan pengisian kekosongan perangkat di Desa Bonjoklor, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen, akhirnya berakhir damai. Setelah adanya pertemuan antara berinisial “T” dengan panitia penjaringan, BPD, Kepala Desa (Kades) Bonjoklor, dan disaksikan perwakilan dari Kecamatan Bonorowo.
Kepala Desa (Kades) Bonjoklor, Sadar, menyampaikan bahwa permasalahan tersebut muncul setelah pengumuman pemenang pengisian perangkat desa dan anak dari berinisial “T” tidak terpilih dan tidak lulus dalam ujian materi.
“Permasalahan itu muncul bermula saat anak dari berinisial ‘T’ tidak terpilih dan tidak lulus dalam pengisian perangkat,” terang Sadar, Sabtu (20/12/2025).
Lanjut Sadar bahwa setelah adanya keputusan pemenang, yang berinisial “T” berharap untuk didatangi oleh dirinya untuk diberikan kekuatan masukan pemenang.
“Setelah adanya keputusan pemenang, yang berinisial ‘T’ berharap untuk didatangi oleh saya untuk diberikan kekuatan masukan serta saran,” lanjutnya.
Sadar menambahkan bahwa permasalahan itu akhirnya dapat diselesaikan dengan damai setelah adanya pertemuan di rumahnya. Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari kecamatan, BPD, dan panitia pelaksana pengisian perangkat.
“Permasalahan itu akhirnya dapat diselesaikan dengan damai setelah adanya pertemuan di rumah saya,” imbuhnya.
Kades berharap bahwa permasalahan ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam menanggapi situasi seperti ini.
“Saya berharap bahwa permasalahan ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam menanggapi situasi seperti ini,” imbuhnya lagi.
Senada ketua panitia pengisian perangkat YN mengungkapkan, bahwa soal ujian materi pengisian perangkat dikerjakan pada malam hari yang disaksikan oleh BPD Desa Bonjoklor, dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Bonorowo.
“Soal ujian materi dikerjakan pada malam hari yang disaksikan oleh BPD Desa Bonjoklor, kecamatan, Polsek dan Koramil Bonorowo,” ungkap YN.
YN menambahkan bahwa setelah membuat soal pertanyaan selesai, lalu disegel dan dikunci, bahkan kunci tersebut langsung diserahkan perwakilan dari kecamatan setempat.
“Setelah membuat soal pertanyaan selesai, lalu disegel dan dikunci, bahkan kunci tersebut langsung diserahkan ke perwakilan kecamatan Bonorowo,” ujarnya.
Sementara itu HR, selaku Ketua BPD, membenarkan bahwa setelah pembuatan soal seleksi, lalu disegel secara langsung dan dikunci.
“Benar bahwa setelah pembuatan soal seleksi, lalu disegel secara langsung dan dikunci,” katanya.
Ketua BPD menambahkan bahwa kunci tersebut diserahkan perwakilan dari kecamatan Bonorowo.
“Saya menyaksikan bahwa kunci tersebut memang diserahkan ke perwakilan kecamatan yang hadir,” tambahnya.
Terpisah perwakilan dari kecamatan Bonorowo SM juga membenarkan bahwa Forkopincam ikut menghadiri acara pembuatan soal pengisian perangkat.
“Forkopincam ikut menghadiri acara pembuatan soal pengisian perangkat,” jelasnya.
SM menambahkan bahwa dirinya juga yang menerima kunci untuk ujian esok harinya pada pengisian perangkat di wilayahnya.
“Saya juga yang menerima kunci untuk ujian esok harinya pada pengisian perangkat di wilayah saya,” terangnya.
Kemudian yang berinisial “T” meminta maaf kepada Pemdes, BPD, dan panitia pengisian perangkat desa atas masalah yang terjadi.
“Saya meminta maaf kepada Pemdes, BPD, dan panitia pengisian perangkat desa atas masalah yang terjadi,” tuturnya.
Berinisial “T” berharap bahwa permasalahan ini dapat diselesaikan dengan damai dan tidak menimbulkan permasalahan lebih lanjut.
“Saya berharap bahwa permasalahan ini dapat diselesaikan dengan damai dan tidak menimbulkan permasalahan lebih lanjut,” pungkasnya.
(SND)

Alkhamdulillaaah…
Itu lebih baik & utama.