ITime. Id ,Jakarta, 22 Desember 2025 – Dunia budidaya ikan hias terus menyala hangat di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat menengah hingga atas yang melihatnya bukan hanya sebagai hobi, tapi juga investasi dan elemen dekorasi hunian yang mewah. Tak cuma pecinta ikan yang untung, para pengusaha ikan biasa dan peternak juga merasakan manfaat ekonomi dari tren ini.

“Permintaan ikan hias jenis premium seperti arwana, koi hibrida, dan louhan terus meningkat tiap tahun. Banyak pelanggan dari kalangan profesional, pengusaha, dan pengacara yang bersedia membayar harga tinggi untuk ikan dengan warna dan bentuk unik,” ujar Rio Wijaya, pemilik toko ikan hias di kawasan Senayan, Jakarta.
Data dari Dewan Ikan Hias Indonesia (DHI) menunjukkan pertumbuhan perdagangan ikan hias nasional mencapai 8% per tahun, dengan nilai jual yang terus melesat. Banyak peternak ikan konsumsi seperti nila dan lele juga beralih atau menambah bisnis budidaya ikan hias karena keuntungannya yang lebih besar.
“Saya dulunya hanya budidayakan ikan nila untuk konsumsi. Tapi sejak 2 tahun lalu, saya mulai menanamkan ikan koi dan cupang. Hasilnya, keuntungan bisa dua kali lipat dibandingkan sebelumnya,” ceritakan Siti Aminah, peternak dari Bogor.
Selain itu, tren aquascape dan kolam ikan hias di rumah juga mendorong permintaan aksesoris seperti akuarium besar, lampu spesial, dan media tanam. Hal ini membuat rantai bisnis ikan hias semakin lengkap dan menguntungkan banyak pihak.
Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga mendukung pengembangan sektor ini dengan program bantuan teknologi budidaya dan promosi di pasar internasional. “Ikan hias Indonesia punya potensi besar untuk diekspor. Kami akan terus memperkuat branding dan sertifikasi agar lebih kompetitif di pasar global,” kata seorang pejabat KKP yang tidak mau disebutkan namanya.
Reina

