ITime.id -Solo 22 Desember 2025 .Meskipun proses pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 mengalami penundaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta tetap fokus menerapkan program-program prioritas yang telah direncanakan. Lima program utama yang menjadi sorotan antara lain pengembangan wisata kesehatan dan olahraga, peningkatan kualitas pendidikan berbudaya, penguatan gotong royong, pembangunan infrastruktur beridentitas lokal, serta pemberdayaan UMKM berbasis digital.

Menurut rencana APBD yang disusun sebelumnya, belanja daerah diproyeksikan senilai Rp 2,132 triliun dengan alokasi utama pada belanja operasional sebesar Rp 1,935 triliun dan belanja modal Rp 182,7 miliar untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan dan gedung. Selain itu, Pemkot juga menekankan upaya bersama untuk mengatasi isu mendesak seperti stunting, pengelolaan limbah, dan transportasi publik.
“Kita tidak boleh menunggu APBD disahkan sepenuhnya untuk melaksanakan program-program yang sudah direncanakan. Semua pihak harus bersinergi untuk mencapai tujuan Kota Solo sebagai kota budaya yang modern, tangguh, dan sejahtera,” ujar sumber terpercaya dari Dinas Perekonomian Kota Solo.
Sebelumnya, Solo juga telah mendapatkan apresiasi sebagai percontohan kota antikorupsi nasional tahun 2024 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini didukung oleh kinerja Monitoring Center for Prevention (MCP) yang tinggi di Jawa Tengah dan sistem Pengadilan Intern (SPI) yang baik secara nasional.
Reina

