Itime. Jakarta 24Desember 2025 .Tahun 2025 meninggalkan kesedihan mendalam di kalangan praktisi hukum dan masyarakat Indonesia. Selama setahun ini, tanah air kehilangan 5 sosok advokat senior yang telah menghabiskan masa hidupnya untuk mempertahankan keadilan, melindungi hak asasi manusia, dan membentuk lanskap hukum bangsa. Kepergian mereka tidak hanya meninggalkan kekosongan di profesi, tetapi juga warisan perjuangan yang akan terus menginspirasi generasi mendatang.

Berikut adalah uraian mengenai 5 advokat senior yang tak lagi ada di antara kita:
- Kamal Firdaus SH (Meninggal 13 Januari 2025, Usia 75 Tahun)
Advokat senior dari Yogyakarta yang juga mantan staf ahli Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh ini dikenal sebagai sosok santun dan penuh ilmu. Ia pernah menjadi pengacara terpidana mati kasus narkoba warga Filipina Mary Jane Veloso dan aktif dalam mengisi materi Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Banyak generasi advokat muda mengenangnya sebagai sosok ayah yang selalu memberikan nasihat dan wawasan.
- Alvin Lim (Meninggal 5 Januari 2025, Usia Tidak Diumumkan)
Pendiri LQ Indonesia Law Firm ini dikenal sebagai pengacara yang vokal dan sering menangani kasus kontroversial, termasuk sebagai kuasa hukum Agus Salim, korban penyiraman air keras. Lulusan Universitas California Berkeley dan Universitas Indonesia ini memiliki wawasan luas di bidang hukum perdata, pidana, korporasi, dan litigasi komersial. Ia meninggal akibat gagal ginjal kronis dan komplikasi lainnya.
- Ibrahim Sjarief Assegaf (Meninggal 20 Mei 2025, Usia Tidak Diumumkan)
Tokoh hukum visioner dan suami jurnalis senior Najwa Shihab ini meninggal setelah berjuang melawan stroke. Kariernya membentang dari sektor privat hingga advokasi kebijakan publik, termasuk sebagai direktur eksekutif Pusat Studi Hukum & Kebijakan (PSHK) dan komisaris utama Narasi. Ia dikenal sebagai arsitek pemikiran hukum masa depan Indonesia yang mampu menjembatani kebutuhan ekonomi dan nilai-nilai keadilan.
- Hotma P.D. Sitompoel (Meninggal 16 April 2025, Usia 68 Tahun)
Alumni UGM yang juga pendiri LBH Mawar Saron dan Hotma Sitompoel & Associates ini terkenal karena keterlibatannya dalam berbagai kasus besar, termasuk yang melibatkan publik figur seperti Raffi Ahmad, Rizky Billar, dan kasus pembunuhan gadis cilik Angeline di Bali. Sebagai ketua Dewan Penasehat Peradi SAI, ia dikenal sebagai penjaga etika profesi advokat dan inspirasi bagi generasi muda.
- Johnson Panjaitan (Meninggal 26 Oktober 2025, Usia 59 Tahun)
Pendiri Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) ini adalah sosok pejuang HAM yang gigih dan tak kenal takut. Ia pernah mengalami teror seperti penembakan mobil dan penggerudukan kantor namun tetap berdiri di garda terdepan membela korban pelanggaran HAM, termasuk kasus kemerdekaan Timor Leste, pembelaan Xanana Gusmão, dan peristiwa 27 Juli 1996. Ia meninggal akibat pendarahan pada saraf otak.
Kepergian para advokat senior ini menjadi pengingat akan pentingnya kontribusi mereka dalam membangun negara yang lebih adil dan benar. Semangat perjuangan dan dedikasi mereka akan selalu dikenang dan menjadi teladan bagi semua yang berjuang untuk keadilan. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.”
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
#beritaitime, #beritadaerah, #investigasi, #beritanasinal, #berita, #info, #wartaberita,
