Itime. Desa Munggu. Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, menjadi sorotan publik setelah proyek pengaspalan jalan senilai Rp 272.951.000 juta dari Dana Desa (DD) tahun 2025 menuai kecurigaan. Proyek sepanjang 500 meter, lebar 2,9 meter, dan ketebalan 5 cm ini diduga menjadi ajang pengondisian antara pelaksana kegiatan (PK), tim pelaksana kegiatan (TPK), dan supplier di lapangan.
Warga sekitar Desa Munggu AB mengaku melihat langsung proses pengerjaan proyek ini. Mereka menilai bahwa ada ketidaktransparanan dalam pelaksanaan proyek ini, sehingga menimbulkan kecurigaan tentang kualitas dan integritas pengerjaannya.
“Kami melihat sendiri proses pengerjaan proyek ini. Ada beberapa bagian yang tidak sesuai dengan standar yang diharapkan. Kami khawatir proyek ini tidak akan bertahan lama,” terang AB, warga Desa Munggu, Senin (29/12/2025).
Lanjut AB bahwa proyek ini juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa. Warga Desa Munggu berharap agar pemerintah desa dapat lebih transparan dalam mengelola dana desa dan memastikan bahwa proyek-proyek yang dikerjakan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
“Kita berharap pemerintah desa dapat lebih transparan dalam mengelola dana desa. Jangan sampai proyek-proyek yang dikerjakan hanya dinikmati oleh segelintir orang saja,” lanjutnya.
Senada dengan AB, warga lainnya, KO, menuturkan bahwa perlu dilakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat untuk memastikan bahwa proyek ini berjalan sesuai dengan standar yang diharapkan.
“Kita meminta kepada pihak berwenang dapat melakukan evaluasi dan pengawasan yang efektif terhadap proyek ini. Jangan sampai proyek ini menjadi proyek yang tidak berkualitas dan tidak bermanfaat bagi masyarakat,” tutur KO.
KO menambahkan bahwa saat pelaksanaan proyek pengaspalan, ada dugaan bahwa pengerjaan tidak merata dan seolah-olah sebagian ada yang sangat tipis dan rentan rontok serta mudah rusak selain itu ada dugaan dana bagi hasil (DBH) dari suplayer dengan PK maupun TPK desa setempat.
“Pengaspalan di sini nampak tidak rata dan ada sebagian yang sangat tipis, bisa dipastikan mudah rusak karena tergerus air hujan. Selain itu warga menduga ada DBH atau fee dari suplayer untuk PK dan TPK nya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Munggu, Nasiati, membenarkan bahwa di desanya sedang ada kegiatan proyek pengaspalan jalan desa.
“Ya, kami memang baru saja mengerjakan proyek aspal jalan desa tepatnya di wilayah jalan masjid dan sekitarnya,” ungkap Kades Munggu.
Nasiati mengarahkan tim media untuk mengklarifikasi kepada pelaksana kegiatan (PK) dan tim pelaksana kegiatan (TPK) secara langsung agar lebih jelasnya.
“Karena saya tidak faham, maka silahkan klarifikasi dengan PK dan TPK nya langsung. Karena mereka yang lebih tahu,” katanya.
Terpisah, YN selaku pelaksana kegiatan (PK) mengatakan bahwa semua mekanisme sudah melalui prosedur yang ada tanpa ada yang ditutup-tutupi dari awal sampai pelaksanaan proyek berlangsung.
“Dari awal kami sudah melakukan sesuai aturan yang ada dan tanpa ada yang ditutupi bahkan sebelum kegiatan dimulai juga sudah koordinasi dengan pihak terkait,” ucapnya.
Kemudian, SU dari tim pelaksana kegiatan (TPK) menuturkan bahwa pada saat pengaspalan dimulai, dirinya selalu mengawasi pekerjaan tersebut hingga selesai.
“Sejak dimulainya pengaspalan saya berada di lokasi, intinya selalu mengawasi kegiatan proyek aspal sampai dengan selesai,” kata TPK nya.
SU menambahkan bahwa setelah pekerjaan selesai, dinas meminta untuk melakukan pengodrilan aspal jalan desa tersebut. Namun, menurutnya, saat dinas melakukan kodril, dirinya lah yang menunjukkan tempat-tempatnya karena memang tidak dipungkiri sebagian pengaspalan ada yang nampak tipis.
“Setelah selesai pekerjaan dari dinas diminta langsung datang untuk melakukan pengodrilan aspalnya, tapi memang saya yang menunjukkan mana saja yang harus di kodril. Sebab dinas pasti tahu mana yang tidak rata dan tempat aspal yang tipis, takutnya nanti tidak sesuai atau kurang dari ukuran volume nya,” pungkasnya.
(SND)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimeperistiwa, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews
