Itime. Solo. 31 Desember 2025 .Suasana kediaman mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo terasa hangat dan penuh kedekatan pada hari Minggu (31/08/2025) lalu. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menghadiri undangan makan siang keluarga, sebuah pertemuan yang tidak hanya tentang keakraban pribadi, tapi juga menyuguhkan gambaran panjang tentang perjalanan seorang akademisi yang kini menjadi sosok kunci dalam peta pembangunan nasional.
Banyak yang tidak tahu, sosok kelahiran Bojonegoro 13 Februari 1962 ini pernah memimpin Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai Rektor periode 2012–2017 – bukan 2024 seperti yang diketahui sebagian kalangan – dengan prestasi yang hingga kini masih menjadi acuan kampus-kampus besar di Indonesia bahkan kawasan Asia.
REKTOR UGM: TRANSFORMASI YANG BUAT KAMPUS JADI IKON GLOBAL
Ketika menjabat sebagai Rektor UGM ke-14, Pratikno tidak hanya fokus pada prestasi akademik semata. Ia membawa revolusi besar dengan menghubungkan “gerbang ilmu” dengan kehidupan nyata masyarakat. Pada tahun 2013, ia meluncurkan program “UGM Goes to Village” yang mengirim ratusan mahasiswa dan dosen ke pelosok desa untuk membantu pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi lokal.
“Saat itu banyak yang meragukan – bagaimana kampus bisa fokus ke desa? Tapi saya yakin, ilmu pengetahuan hanya berharga jika bisa memberi manfaat pada rakyat banyak,” ucap Pratikno dalam wawancara eksklusif dengan iTime usai bertemu Jokowi.
Selama kepemimpinannya, UGM naik peringkat menjadi peringkat 3 terbaik di Asia Tenggara versi QS World University Rankings dan berhasil menarik investasi penelitian senilai lebih dari Rp 500 miliar dari berbagai lembaga internasional. Ia juga dikenal sebagai sosok yang berani membuka pintu kampus untuk masyarakat umum, bahkan membuat taman UGM menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang paling banyak dikunjungi di Yogyakarta.
Sebelum menjadi Rektor, Pratikno telah mencuri perhatian publik sebagai moderator debat capres tahun 2009. Gaya moderasinya yang tegas namun objektif membuatnya dikenal sebagai salah satu akademisi yang mampu menjembatani dunia ilmu dengan dunia politik.
DARI KAMPUS KE ISTANA: PERJALANAN YANG TIDAK DIHARAPKAN
Kedekatannya dengan Jokowi bukan tanpa sebab. Keduanya merupakan sesama alumnus UGM – Jokowi dari Fakultas Teknik Sipil, sementara Pratikno dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Ketika Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta tahun 2012, ia sering mengundang Pratikno sebagai konsultan untuk kebijakan pembangunan masyarakat.
Pada tahun 2014, Pratikno dipercaya menjadi anggota Tim Transisi Jokowi-Jusuf Kalla, di mana ia berperan penting dalam menyusun rencana kerja pemerintah selama lima tahun ke depan. Kontribusinya yang luar biasa membuatnya kemudian diangkat sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) – jabatan yang diembannya selama dua periode penuh (2014–2024).
“Saat Pak Jokowi menawarkan saya jabatan Mensesneg, saya sempat ragu. Saya lebih nyaman di kampus. Tapi beliau bilang, ‘Ilmu yang kamu punya harus bisa memberi manfaat pada negara yang lebih luas’, dan itu menjadi pemicu saya untuk menerima tantangan baru,” kenangnya.
Selama menjabat Mensesneg, Pratikno dikenal sebagai sosok yang mampu menyelaraskan kerja antara berbagai kementerian dan lembaga negara. Ia juga menjadi arsitek utama program “Digitalisasi Tata Negara” yang membuat layanan publik lebih cepat dan transparan – sebuah inovasi yang kemudian dicontek oleh beberapa negara di kawasan ASEAN.
SEKARANG JADI MENKO PMK: PROGRAMNYA BIKIN INDONESIA TERKENAL
Pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Pratikno kembali dipercaya dengan jabatan yang lebih strategis sebagai Menko PMK. Dalam posisi ini, ia tidak hanya fokus pada pembangunan manusia dan kebudayaan, tapi juga berhasil membawa nama Indonesia meriah di kancah internasional.
Pada Mei 2025 lalu, ia menjadi pembicara utama di Philanthropy Asia Summit (PAS) di Singapura, bersama tokoh dunia seperti Bill Gates dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Di sana, ia memperkenalkan program “Indonesia Sehat & Cerdas” yang berfokus pada penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas pendidikan – sebuah program yang kemudian mendapat dukungan dana hibah senilai USD 50 juta dari berbagai yayasan internasional.
“Saat ini kita sedang fokus pada dua hal: pertama, bagaimana membuat setiap anak Indonesia bisa tumbuh dengan sehat dan cerdas. Kedua, bagaimana mengangkat budaya Indonesia sebagai daya tarik ekonomi kreatif yang bisa menyerap jutaan tenaga kerja,” jelas Pratikno.
Salah satu program andalannya yang tengah viral adalah “Kuliner Nusantara untuk Dunia” yang mengemas masakan khas daerah menjadi produk ekspor berkelas dunia. Hanya dalam setahun, nilai ekspor kuliner Indonesia meningkat hingga 35% dan menjangkau lebih dari 20 negara di dunia.
PERTEMUAN DENGAN JOKOWI: CERITA CUCU-CUCI, SAMPAI BAGI ILMU
Dalam pertemuan di Solo, Pratikno mengungkapkan bahwa mereka tidak hanya berbincang tentang urusan keluarga dan perkembangan cucu-cucu keduanya. “Pak Jokowi memang suka bertanya tentang perkembangan program yang sedang saya jalankan. Beliau memberi masukan berharga, terutama tentang bagaimana menghadapi tantangan dalam melaksanakan kebijakan hingga ke tingkat desa,” katanya.
Pratikno juga mengaku bahwa Jokowi selalu mengingatkan dirinya untuk tidak pernah melupakan akar-akar budaya dan nilai-nilai kebangsaan. “Beliau bilang, ‘Pembangunan bisa maju dengan cepat, tapi jangan sampai kita kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia’. Pesan itu selalu saya ingat setiap hari,” tambahnya.
Perjumpaan yang berlangsung selama lebih dari dua jam itu diakhiri dengan makan siang bersama keluarga, dengan hidangan khas Solo seperti gudeg dan rawon yang disukai kedua sosok ini.
HARAPAN PRATIKNO UNTUK INDONESIA MENDATANG
Dalam akhir wawancara, Pratikno mengungkapkan harapannya untuk Indonesia di masa depan. “Saya berharap generasi muda Indonesia tidak hanya pintar dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi juga memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan cinta tanah air yang tulus. Itulah kunci kemajuan bangsa kita,” pungkasnya dengan semangat.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimeperistiwa, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews
