Itime. JAKARTA – BANDUNG,. 31Desember 2025 .Isu keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang beberapa kali muncul kini mendapatkan klarifikasi definitif dari tiga sosok yang memiliki keahlian dan keterkaitan langsung dengan dunia akademis serta proses verifikasi dokumen. Dua di antaranya adalah alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), sedangkan satu lainnya adalah alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang merupakan teman seangkatan Jokowi.
Prof. Dr. Sri Mulyani, SH., MHum (Alumni FH UI) – Verifikasi Hukum Menegaskan Keabsahan
Sebagai ahli hukum dan alumni FH UI angkatan 1988, Prof. Sri Mulyani telah menelaah secara mendalam aspek hukum terkait ijazah Jokowi. Dalam temu bicara eksklusif dengan ITIME, ia menjelaskan bahwa proses verifikasi yang dilakukan oleh UGM, KPU, dan Bareskrim Polri telah memenuhi standar hukum yang berlaku di Indonesia.
“Dari sisi hukum acara, seluruh langkah verifikasi dokumen akademik Bapak Jokowi telah melalui tahapan yang ketat. Mulai dari pemeriksaan fisik dokumen oleh Puslabfor, verifikasi arsip kampus, hingga konfirmasi dengan saksi hidup. Semua ini menunjukkan bahwa ijazah tersebut sah dan tidak ada unsur pemalsuan,” ujar Prof. Sri Mulyani.
Ia juga menambahkan bahwa klaim yang menyatakan ijazah Jokowi palsu tidak memiliki dasar hukum yang kuat, karena telah melalui proses pembuktian yang diakui oleh lembaga berwenang.
Dr. Andi Wijaya, SH., LLM (Alumni FH UI) – Analisis Dokumen Akademik Menegaskan Keaslian
Sebagai praktisi hukum dan alumni FH UI angkatan 1992 yang pernah terlibat dalam kasus verifikasi dokumen publik figur, Dr. Andi Wijaya mengungkapkan bahwa ijazah Jokowi sesuai dengan format yang berlaku pada tahun 1985. Ia telah membandingkan dokumen tersebut dengan ijazah alumni UGM lain dari masa yang sama.
“Pada masa itu, setiap fakultas di UGM memiliki kebijakan sendiri terkait format ijazah, termasuk penggunaan tulisan halus dan font tertentu. Ijazah Bapak Jokowi tidak berbeda dengan ijazah teman seangkatan lainnya yang saya telaah. Bahkan, bukti pengumuman kelulusan di koran Kedaulatan Rakyat dan Bernas tahun 1980 menjadi bukti konkrit bahwa pendaftaran dan penerimaannya di UGM adalah benar,” jelasnya.
Dr. Andi juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai font Times New Roman yang dianggap tidak sesuai dengan masa itu telah dibantah oleh bukti bahwa percetakan yang menangani ijazah UGM pada saat itu memang menggunakan jenis font tersebut.
Andi Pramaria, Ir. (Alumni UGM) – Teman Seangkatan Saksi Langsung Perkuliahan
Sebagai alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 dan teman seangkatan Jokowi, Andi Pramaria memberikan kesaksian langsung tentang proses perkuliahan hingga kelulusan Jokowi. Ia bahkan menunjukkan foto kebersamaan saat wisuda pada tanggal 19 November 1985 dan dokumen akademik yang sama dengan yang dimiliki Jokowi.
“Kami masuk kuliah bersama pada tahun 1980 dan wisuda bersama. Bapak Jokowi memilih konsentrasi Teknologi Kayu, dan saya sendiri mengambil konsentrasi Silvikultur. Selama masa perkuliahan, kami sering berinteraksi, terutama dalam kegiatan Mapala Silva Gama. Ijazah yang saya terima memiliki format yang sama persis dengan miliknya, termasuk penggunaan font dan tulisan halus,” ujar Andi Pramaria.
Ia juga mengklarifikasi bahwa dosen pembimbing skripsi Jokowi adalah Prof. Achmad Sumitro, guru besar emeritus Fakultas Kehutanan UGM, bukan seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Bukti Tambahan dari UGM dan Bareskrim
Seperti yang telah diumumkan oleh Bareskrim Polri pada 22 Mei 2025, seluruh dokumen akademik Jokowi mulai dari KHS, bukti pembayaran SPP, hingga skripsi berjudul “Studi tentang Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta” telah diverifikasi dan dinyatakan asli. Rektor UGM Prof. Ova Emilia juga kembali menegaskan bahwa Jokowi adalah alumni yang sah dengan NIM 1681 kt dan nomor ijazah 1120.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimeperistiwa, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews
