Itime. Jakarta, 2 Januari 2026 – Dunia bulutangkis Indonesia kembali diingatkan akan salah satu cerita paling unik dalam sejarah olahraga tepuk bulu: duet beda negara antara legenda ganda putra Hendra Setiawan dan pebulutangkis cantik asal Rusia, Anastasia Russkikh. Dikenal sebagai pasangan “gado-gado” karena berasal dari dua negara berbeda, kolaborasi singkat mereka pada 2010 silam sempat mencuri perhatian dan mengguncang turnamen bergengsi.
Kisah ini bermula ketika Hendra Setiawan, yang saat itu masih berpasangan dengan Markis Kido di ganda putra, ditawari oleh Vita Marissa untuk mencoba sektor ganda campuran. Hendra, yang masih muda dan energik, menerima tawaran tersebut. Vita kemudian memperkenalkannya dengan Anastasia Russkikh, atlet Rusia yang sudah malang melintang di level internasional.
Debut mereka tidak langsung mulus. Di Singapore Open 2010, pasangan ini tersingkir di babak kualifikasi. Namun, kejutan besar terjadi di Djarum Indonesia Open 2010. Bermain di depan publik tuan rumah, Hendra/Anastasia tampil luar biasa. Mereka melaju hingga partai final, mengalahkan beberapa pasangan kuat, sebelum akhirnya menjadi runner-up setelah kalah tipis dari Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba (Polandia) dengan skor 18-21 dan 20-22.
“Duet ini benar-benar unik karena beda negara, beda budaya, dan komunikasi pakai bahasa Inggris,” kenang Hendra dalam salah satu wawancara lama. Meski jarang latihan bersama, chemistry mereka di lapangan sangat padu. Hendra bahkan pernah menyebut Anastasia sebagai “mantan terindah” dalam kariernya di sektor ganda campuran, yang membuat cerita ini semakin viral di kalangan pecinta bulutangkis.
Sayangnya, petualangan duet gado-gado ini tidak berlangsung lama. Setelah Asian Games 2010, Hendra mengalami cedera serius yang memaksanya fokus pemulihan. Saat Hendra pulih, Anastasia sudah memutuskan menikah dan memiliki anak, sehingga mereka tidak melanjutkan kerjasama. Anastasia sendiri pensiun pada 2014 dan kini aktif sebagai pelatih bulutangkis di Rusia.
Prestasi Hendra/Anastasia mungkin singkat, tapi meninggalkan kesan mendalam. Mereka membuktikan bahwa bulutangkis bisa menyatukan atlet dari belahan dunia berbeda. Kisah ini sering dijadikan inspirasi, terutama di era kerja sama internasional bulutangkis yang semakin erat, seperti kunjungan atlet Rusia ke Pelatnas Cipayung baru-baru ini.
Hendra Setiawan, yang kini telah pensiun setelah karier gemilang bersama Mohammad Ahsan, tetap dikenang sebagai salah satu legenda bulutangkis Indonesia. Sementara Anastasia Russkikh terus berkontribusi bagi perkembangan bulutangkis di negaranya.
Cerita duet gado-gado ini mengingatkan kita: di lapangan bulutangkis, batas negara tak lagi menjadi penghalang untuk menciptakan keajaiban.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
