Itime. Jakarta, 2 Januari 2026 – Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali memanas di awal tahun 2026. Kali ini, nama Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, turut terseret bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kubu PDIP menyatakan keberatan keras dan mempertimbangkan langkah hukum atas tudingan yang dianggap sebagai fitnah.
Isu ini bermula dari narasi yang beredar di media sosial dan beberapa forum diskusi, yang menyebut SBY dan Megawati sebagai dalang di balik pengungkapan polemik ijazah Jokowi. Tuduhan tersebut bahkan menyebut adanya kolaborasi antara keduanya, dengan motif politik seperti balas dendam pasca-Pilpres 2024 atau membuka jalan bagi figur tertentu di Pilpres 2029.
Politikus PDIP Guntur Romli menegaskan bahwa tudingan tersebut merugikan nama baik Megawati dan partai. “Kami tengah membahas langkah hukum karena kami mengalami nasib yang sama. Fitnah ini tidak bisa dibiarkan,” ujar Guntur kepada wartawan pada 1 Januari 2026. Ia menambahkan bahwa inisiatif ini murni dari kader partai untuk membela kehormatan ketua umum, bukan atas perintah langsung Megawati.
Senada, Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menilai penyeretan nama Megawati sebagai upaya pengalihan isu oleh pihak yang merasa terpojok dalam substansi kasus ijazah. “Bukan kelas Ibu Megawati untuk main politik di belakang. Jalan politik Bu Mega itu jalan ksatria,” tegas Deddy.
Sementara itu, kubu SBY melalui politikus Partai Demokrat Andi Arief juga membantah keras tudingan serupa. Andi menyatakan SBY merasa terganggu dan mempertimbangkan somasi hingga jalur hukum jika fitnah tidak dihentikan. Menariknya, PDIP menyatakan dukungan terhadap langkah hukum yang mungkin diambil SBY.
Polemik ijazah Jokowi sendiri telah berlangsung lama, dengan beberapa pihak seperti Roy Suryo dan tim advokasi lainnya menjadi tersangka pencemaran nama baik sejak akhir 2025. Jokowi sendiri telah menyatakan ijazah aslinya siap ditunjukkan di pengadilan.
Pengamat politik menilai eskalasi ini mencerminkan polarisasi yang masih membayangi politik pasca-rezim Jokowi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi langsung dari Megawati maupun SBY terkait rencana gugatan.
( Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
