Itime. Kebumen – Proyek pemeliharaan berkala jalan ruas Selokerto-Jatinegara, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, telah menjadi sorotan publik karena kualitas pekerjaan yang buruk. Belum genap satu bulan usai dikerjakan, infrastruktur ini mulai menunjukkan tanda-tanda kehancuran dini.
ANALISIS FAKTA PROYEK DI PAPAN INFORMASI PUBLIK SEBAGAI BERIKUT;
– Pekerjaan: Pemeliharaan Berkala Jl. Selokerto – Jatinegara
– Pelaksana: CV Dua Cahaya
– Konsultan Pengawas: CV Amanah Barokah
– Nilai Kontrak: Rp1.259.966.427,-
– Sumber Dana: APBDP Kab. Kebumen T.A 2025 (DAU).
Salah satu warga Selokerto GS menduga bahwa pekerjaan pemeliharaan jalan proyek aspal tersebut dikerjakan asal jadi dan banyak masuk kantong saku oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
“Aspalnya asal-asalan, mungkin terlalu banyak yang ‘masuk saku’,” terang GS, Jumat (02/01/2026).
Lanjut GS, sempat ada kecurigaan terkait proyek dengan menelan anggaran begitu besar, namun dirasa pelaksana pekerjaan seolah-olah tidak profesional dan sangat buruk. Menurutnya terkait pekerjaan tanpa adanya pengawasan yang ketat.
“Saya tidak mengerti, bagaimana bisa proyek sebesar ini dikerjakan dengan kualitas yang begitu buruk. Apakah tidak ada yang mengawasi?” Lanjutnya.
Sementara itu kekecewaan serupa diungkapkan oleh warga lainnya A mengungkapkan, bahwa tambalan yang sudah dilakukan oleh pelaksana pekerjaan tidak menambah kwalitas namun pekerjaan itu malah lebih rapuh dari sebelumnya.
“Tambalannya malah lebih jelek, Pak. Teksturnya rapuh seperti tanah, bukan seperti aspal jalan raya yang seharusnya keras dan padat,” ungkapnya.
Sorotan tajam kini mengarah pada dua aktor utama proyek ini: CV Dua Cahaya selaku pelaksana dan CV Amanah Barokah selaku konsultan pengawas. Publik mempertanyakan profesionalisme kedua perusahaan tersebut dalam mengelola dana DAU senilai Rp1.259.966.427,-.
“Di mana peran CV Amanah Barokah? Sebagai pengawas, mereka seharusnya menjadi benteng terakhir kualitas. Jika materialnya buruk atau pemadatannya asal-asalan, kenapa bisa lolos?,” katanya.
Masyarakat meminta kepada dinas terkait dan aparat kepolisian maupun kejaksaan segera dilakukan audit investigasi terkait royek pemeliharaan berkala jalan ruas Selokerto-Jatinegara, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, telah menjadi sorotan publik karena kualitas pekerjaan yang buruk. Masyarakat menuntut agar pemerintah dan lembaga pengawas melakukan tindakan yang tepat untuk memperbaiki keadaan dan memastikan bahwa proyek pembangunan jalan di Kabupaten Kebumen dikerjakan dengan baik dan sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan.
1. Pemerintah Kabupaten Kebumen harus melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan mengevaluasi kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen.
2. Lembaga pengawas seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus melakukan audit investigatif terhadap proyek ini.
3. Kontraktor pelaksana proyek harus bertanggung jawab penuh atas kualitas pekerjaan yang buruk dan melakukan perbaikan yang sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan.
4. Pemerintah Kabupaten Kebumen harus memastikan bahwa proyek pembangunan jalan di Kabupaten Kebumen dikerjakan dengan baik dan sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan.
Perihal tersebut diatas masyarakat menuntut agar pemerintah melakukan investigasi yang menyeluruh dan memastikan bahwa proyek pembangunan jalan di Kabupaten Kebumen dikerjakan dengan baik dan sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan.
“Kami butuh jalan yang awet, bukan aspal ‘kosmetik’ yang hanya cantik saat difoto untuk laporan, tapi hancur saat dilewati rakyat. Audit investigatif harus dilakukan sebelum masa pemeliharaan berakhir agar kontraktor bertanggung jawab penuh,” pungkasnya.
(SND)
