Itime. Jakarta, 3 Januari 2026 – Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali memanas di awal tahun 2026. Kali ini, nama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terseret dalam tuduhan sebagai “orang besar” di balik isu tersebut. Politisi senior Partai Demokrat, Andi Arief, angkat bicara tegas membantah tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah masif.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial pada akhir Desember 2025, Andi Arief menyatakan bahwa SBY merasa terganggu dengan narasi yang beredar di platform seperti TikTok. “Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini karena tidak benar yang disebutkan Pak SBY berada di balik isu ijazah palsu ini, atau bahkan disebut berkolaborasi dengan Ibu Megawati,” ujar Andi Arief usai bertemu langsung dengan SBY.
Andi menegaskan, hubungan SBY dengan Jokowi selama ini berjalan baik, dan SBY sudah jarang terlibat dalam politik praktis, lebih fokus pada kegiatan seni dan olahraga. Ia juga meminta agar fitnah tersebut dihentikan, karena dilakukan oleh akun-akun anonim secara masif.
Senada dengan itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam, menilai tuduhan terhadap SBY sebagai fitnah tidak berdasar. “Pak SBY sama sekali tidak terlibat dan tidak pernah berada di balik isu tersebut,” tegas Umam pada 2 Januari 2026.
Partai Demokrat bahkan telah melayangkan somasi kepada sejumlah akun media sosial, termasuk pemilik akun TikTok yang menuding SBY menggunakan “pion” seperti Roy Suryo—mantan kader Demokrat yang kini menjadi salah satu tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi—untuk mengganggu peran Jokowi sebagai king maker.
Kasus ijazah palsu Jokowi sendiri masih bergulir di Polda Metro Jaya, dengan delapan tersangka telah ditetapkan, termasuk Roy Suryo dan kelompok lainnya. Jokowi sebelumnya menyebut adanya “orang besar” dan agenda politik di balik isu ini, meski enggan menyebut nama dan menegaskan bukan SBY.
Partai Demokrat menilai langkah hukum diperlukan untuk menjaga etika politik dan mencegah disinformasi yang merusak demokrasi. “Jika tuduhan tak berdasar dibiarkan, kebenaran akan dikalahkan oleh kebisingan,” pungkas Umam.
Polemik ini diprediksi masih akan berlanjut, mengingat proses hukum kasus ijazah Jokowi belum menemui titik terang akhir.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
