Itime. Yogyakarta, 3 Januari 2026 – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Zainal Arifin Mochtar, mengaku menjadi korban teror melalui telepon dari nomor tak dikenal. Pelaku mengatasnamakan diri sebagai aparat dari Polresta Yogyakarta dan mengancam akan melakukan penangkapan jika tidak segera menghadap sambil membawa KTP.
Uceng menyebut bahwa dalam beberapa hari terakhir, ia sudah menerima telepon serupa hingga dua atau tiga kali. Ia menilai modus ini sebagai bentuk penipuan yang mudah dikenali, meski bernada intimidatif. “Saya hanya ketawa dan matiin hape lalu lanjut ngetik,” ujarnya santai dalam responsnya.
Zainal Arifin Mochtar dikenal sebagai pakar hukum tata negara dan aktivis antikorupsi. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM dan sering memberikan komentar kritis terkait isu korupsi serta tata kelola negara.
Kejadian ini diungkap langsung oleh Zainal Arifin Mochtar, yang akrab disapa Uceng, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @zainalarifinmochtar pada 2 Januari 2026. Dalam postingannya, Uceng membagikan tangkapan layar nomor penelepon dan menuliskan, “Baru aja masuk telepon ini. Ngaku dari Polresta Jogjakarta, meminta segera menghadap dan membawa ktp, jika tidak akan segera melakukan penangkapan. Suaranya diberat-beratkan supaya kelihatan punya otoritas.”
Profil dan Pendidikan Zainal Arifin Mochtar
Zainal Arifin Mochtar lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8 Desember 1978. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) Ilmu Hukum di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2003. Kemudian, melanjutkan magister (S2) Ilmu Hukum di Northwestern University, Chicago, Amerika Serikat, pada 2006. Gelar doktor (S3) Ilmu Hukum diraihnya juga dari UGM pada 2012.
Saat ini, selain mengajar sebagai Guru Besar di Fakultas Hukum UGM, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Pengawas Perpajakan di Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Kejadian ini menambah daftar kasus teror terhadap tokoh publik dan akademisi yang kritis terhadap isu-isu sosial dan politik. Polisi diimbau untuk segera menyelidiki asal-usul nomor penelepon tersebut guna mencegah modus penipuan serupa.
Masyarakat diingatkan untuk selalu waspada terhadap telepon dari nomor tak dikenal yang mengatasnamakan institusi resmi, dan segera laporkan jika mencurigakan.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
