Itime. Bandung, 5 Januari 2026 – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan respons yang mengejutkan banyak pihak setelah dikritik oleh komika Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan stand-up comedy spesial Mens Rea yang tayang di Netflix. Alih-alih tersinggung atau membalas keras, Dedi justru mengaku sebagai penggemar Pandji dan mengapresiasi kritik tersebut sebagai bagian dari demokrasi yang sehat.
Kritik Pandji bermula dari potongan video Mens Rea yang viral di media sosial. Dalam materinya, Pandji menyindir kecenderungan masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Barat, memilih pemimpin berdasarkan popularitas semata, tanpa mempertimbangkan akhlak atau kemampuan. Ia mencontohkan, “Orang Sunda seneng banget milih artis. Gubernur mereka waktu itu Deddy Mizwar, artis film. Wakil gubernur mereka Dede Yusuf, artis TV. Sekarang gubernurnya Dedi Mulyadi, artis YouTube!”
Pernyataan itu langsung menyita perhatian netizen dan menjadi trending. Namun, respons Dedi Mulyadi yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada 4 Januari 2026, justru penuh apresiasi.
“Bang Pandji, terima kasih ya. Saya ini penggemar Anda lho. Anda ini keren, setiap pernyataan-pernyataannya menggelitik, korektif, dan edukatif,” ujar Dedi dalam video tanggapannya.
Dedi juga meluruskan beberapa fakta yang disebut Pandji. Ia menjelaskan bahwa Deddy Mizwar tidak pernah menjadi Gubernur Jawa Barat, melainkan hanya Wakil Gubernur (2013-2018), dan saat maju sebagai calon gubernur justru kalah. Begitu pula dengan Dede Yusuf yang gagal dalam pencalonan gubernur.
“Tapi sayang sekali Bang Pandji, Pak Deddy Mizwar dan Pak Dede Yusuf waktu nyalonin jadi gubernur malah nggak kepilih,” tambah Dedi sambil tersenyum.
Yang paling tak terduga, Dedi tidak defensif atas label “gubernur konten” atau “artis YouTube” yang disematkan kepadanya. Sebaliknya, ia mengajak Pandji untuk datang langsung ke Jawa Barat dan menilai kinerjanya di lapangan.
“Begini saja, Bang Pandji datang ke Jawa Barat, keliling, lewati jalan-jalan provinsi, ke desa-desa di seluruh wilayah. Lihat saya membangunnya benar apa enggak. Apakah saya ini hanya ‘Gubernur Konten’ atau ‘Gubernur Kenyataan’? Kita sama-sama lihat hasil di lapangan,” tantang Dedi dengan nada santai.
Respons positif ini langsung menuai pujian dari netizen. Banyak yang menyebut sikap Dedi sebagai teladan pemimpin yang dewasa dan terbuka terhadap kritik. Hingga kini, video tanggapan Dedi telah ditonton jutaan kali dan menjadi viral.
Pandji Pragiwaksono sendiri belum memberikan tanggapan lanjutan atas undangan tersebut, namun interaksi ini dinilai memperkaya diskursus publik tentang demokrasi dan kepemimpinan di Indonesia.
Kritik satir seperti ini diharapkan terus mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan, sementara respons bijak dari pejabat seperti Dedi Mulyadi menjadi contoh bahwa kritik bisa dijawab dengan fakta dan keterbukaan.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
