Itime. Gresik, 06 Januari 2026 – Proyek sumberame yang ditangkan melalui tender oleh CV Artha Muat Abadi Gresik menghadapi dugaan penyimpangan serius, dengan kesalahan pada bagian tobatem menjadi titik fokus utama. Informasi yang diterima mengindikasikan bahwa pekerjaan telah menyimpang dari spesifikasi teknis sejak tahap awal, dengan dugaan “pemotongan” material yang sangat mencolok pada struktur dasar proyek tersebut.
TOBATEM SEBAGAI STRUKTUR DASAR, DILAKSANAKAN TIDAK SESUAI SPEK
Spesifikasi teknis asli secara tegas menetapkan penggunaan sertu dengan ketebalan 50 cm dan trucuk bambu sesuai standar untuk bagian bawah tobatem – komponen yang menjadi tulang punggung kestabilan dan daya tahan proyek sumberame. Namun, hasil observasi langsung di lapangan menunjukkan pelaksanaan yang jauh dari harapan: hanya beberapa trucuk bambu yang digunakan dan volume sertu yang terpasang hanya berjumlah beberapa kubik saja, tidak sesuai dengan target yang telah disepakati. Kesalahan pada bagian ini berpotensi mengancam keawetan dan keamanan proyek secara keseluruhan.
PROSES DI ATAS TOBATEM JUGA ASAL-ASALAN, PENGECORAN MALAH DILAKSANAKAN MALAM HARI
Selain kesalahan pada struktur dasar tobatem, proses pembesian di atasnya juga diduga tidak sesuai prosedur. Material wermes yang digunakan kurang atau tidak mencukupi jumlah yang dibutuhkan, namun pihak pelaksana tidak menunggu penambahan material melainkan langsung melaksanakan pengecoran. Lebih mencurigakan, aktivitas pengecoran dilakukan pada malam hari – seolah-olah ingin menghindari pengawasan dan menyembunyikan kekurangan pada pekerjaan yang telah dilakukan di bawah tobatem.
TAHAP ASPAL: DUGAAN MANIPULASI BERLANJUT
Dugaan penyimpangan juga muncul pada tahap pekerjaan aspal. Meskipun spesifikasi menetapkan ketebalan 12 cm, permukaan aspal terlihat lebih tipis secara visual. Sebelum pengecoran, awak media menemukan bahwa galian yang dibuat memiliki kedalaman yang tipis dan konsisten di setiap jarak, yang menimbulkan pertanyaan apakah manipulasi akan berlanjut seperti pada tahap pembuatan tobatem.
PERUSAHAAN ABLAKAN PERMINTAAN KLARIFIKASI, MASYARAKAT: SEAKAN KEBAL HUKUM
Berbagai media daring telah berkali-kali mengajukan permintaan klarifikasi terkait kesalahan pada tobatem dan penyimpangan lainnya, namun CV Artha Muat Abadi hingga saat ini belum memberikan tanggapan apapun dan terus mengabaikannya. Sikap ini membuat masyarakat merasa perusahaan tersebut seakan tidak tunduk pada aturan dan kebal hukum.
MASYARAKAT SERU AUDIT TERKAIT KESELAHAN TOBATEM DAN SELURUH PROYEK
Masyarakat mengajukan permintaan resmi yang tegas kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Gresik, Direktorat Ekspeditorat, serta seluruh jajaran penegak hukum untuk segera melakukan pemeriksaan dan audit menyeluruh – dengan fokus utama pada kesalahan dan dugaan pemotongan material pada bagian tobatem. Audit diharapkan dapat mengungkap sejauh mana penyimpangan terjadi, memverifikasi ketepatan penggunaan material sesuai spesifikasi, serta mengambil tindakan hukum yang tepat bagi pihak yang bertanggung jawab jika ditemukan pelanggaran.
(Tim)
